Pemkot Probolinggo Minta Petani Tambah Nilai Jual Hasil Panen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Foto: Pemkot Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Foto: Pemkot Probolinggo.

i

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tengah menyoroti rendahnya harga jual komoditas pertanian. Maka dari itu, guna meningkatkan nilai ekonomisnya, Pemkot setempat menggelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian.

Kegiatan yang digelar di halaman Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan ini menampilkan stan-stan pameran produk dan olahan hasil pertanian oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) di 5 kecamatan Kota Probolinggo.

“Kombinasi acara seperti ini sebagai upaya untuk mengedukasi gapoktan dan kelompok wanita tani yang mengolah makanan ini,” kata Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Kamis (20/7/2023).

Selain itu, Habib Hadi juga menaruh perhatian terhadap melimpahnya hasil panen yang dijual begitu saja tanpa melalui penambahan nilai.

“Jika melihat hasil panen melimpah, berarti harus berpikir solusinya. Kelompok-kelompok wanita tani mampu membuat olahan-olahan yang sekiranya bisa menambah nilai ekonomi daripada hasil taninya hanya dijual begitu saja, maka akan berkurang nilainya atau bahkan rugi. Tetapi dengan adanya olahan-olahan ini, insyaallah akan ada aspek ekonomi yang lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo itu pun meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bersinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan yang komprehensif.

“Mulai dari pembuatan olahan produk dari pertanian, packaging hingga perizinannya. Sehingga bisa dikemas menjadi produk yang menarik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) agar mampu memahami dampak dari potensi penurunan harga pada hasil panen. Menurutnya, KWT harus mampu mencari terobosan agar produk olahannya bisa menembus usaha retail modern.

Habib Hadi menilai, ekompakan dan komitmen dari seluruh kelompok tani perlu dikuatkan kembali untuk terus melakukan inovasi dan terobosan di sektor pertanian.

“Walaupun lahan kita kecil tetapi kita harus bisa menguasai market dan pasar di daerah lain. Saya akan terus mencoba MoU dengan daerah lain,” ungkapnya.

Pihaknya mencontohkan terkait permintaan jagung untuk pakan ayam. Sehingga petani wilayah setempat bisa mulai menyuplai kepada pengusaha-pengusaha yang membutuhkan pakan jagung untuk ayam.

“Harapannya, market tersebut akan dikuasai oleh petani-petani di Kota Probolinggo,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Aries Santoso mengungkapkan adanya tantangan lain yang dihadapi petani di Kota Probolinggo, yakni resistansi alih fungsi lahan.

“Luas lahan pertanian semakin menyempit dan beralih fungsi. Ini termasuk tantangan,” ujar Aries.

Aries menuturkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan lahan-lahan marginal atau di sekitar rumah untuk bisa dimanfaatkan agar menghasilkan produk pertanian.

“Seperti teknik hidroponik atau pola tanam tumpang sari. Kami memfasilitasi dengan bimbingan teknis agar petani-petani ini mampu mengelola usaha taninya,” terangnya.

Menurutnya, petani di perkotaan saat ini cenderung mengarah pada petani milenial. Informasi yang diperoleh tidak hanya dari Dinas terkait tetapi bisa didapatkan dari media sosial lainnya. Sehingga nantinya dapat dikolaborasikan dan disinergikan melalui sekolah-sekolah lapang dengan 5 komoditas yakni bawang, padi, jagung, dan hortikultura seperti tomat, cabe, melon dan sejenisnya.

Meskipun memakan biaya produksi yang besar, namun karena nilai jual yang tinggi, maka mampu melampaui biaya tersebut.

“Inilah yang sekarang kita sampaikan dan upayakan kepada petani sehingga menjadi petani milenial yang cerdas dalam melihat situasi pasar,” tuturnya.

Sesuai arahan dari Wali Kota Probolinggo, Aries akan menjajaki kemungkinan kerjasama (MoU) dengan daerah lain dalam memasarkan hasil pertanian dari petani Kota Probolinggo ke daerah lainnya.

“Jangan sampai petani sudah ngoyo menanam, hasilnya bagus tetapi ketika dijual harganya rendah. Kami tidak ingin petani selalu dirugikan dan hanya stagnan atau puas dengan produksi yang itu saja,” pungkasnya. prb

Berita Terbaru

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…