SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putra sulung mantan Presiden SBY. Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi. Keduanya sampai akhir Agustus 2023 ini masih jadi trending topic di media sosial.
AHY, ngincar posisi bakal cawapres Anies Baswedan. Gibran, diincar capres partai Gerindra Prabowo Subianto.
Meski telah jadi topik hangat di Medsos, peluang AHY dan Gibran, ikut kontestasi pilpres 2024 tipis atau "ngeri-ngeri sedap" istilah fonumental Sutan Bhatoegana, Politisi Partai Demokrat.
Ya, Anies sampai sekarang masih bikin penasaran elite Partai Demokrat. Tapi setelah Anies temui SBY, di Cekeas, tanpa AHY. Kegundahan beberapa elite Demokrat terendam. Bahkan AHY, menyatakan partai yang dipimpinnya legowo, siapa pun sosok yang dipilih Anies. Akal sehat saya berbisik ini sebuah skenario permainan politik dalam ilmu komunikasi.
Juga Gibran, nasibnya bisa cawapres 2024 "ditentukan" Anwar Usman, Om-nya. Maklum hitungan politiknya, tak masuk akal urusan ubah usia minimal cawapres dari 40 Tahun ke 35 tahun dibahas "grusa-grusu" jelang pendaftaran capres-cawapres 2024.
Tapi menyimak kultur kekuasaan di Jawa, tidak ada yang bisa halangi kemauan "raja raja" jawa. Contoh unik saat Indonesia sudah berubah jadi Republik, ada joke soal hitung - hitungan 1+1= 2. itu dianggap jawaban kurang tepat? Berapa yang benar? "Terserah ibu!" ini terjadi ketika Ibu Tien Soeharto masih hidup mendampingi Presiden Soeharto.
Logika berpikir saya sebagai jurnalis berketurunan Jogja, gugatan batas minimal cawapres 2024 bisa berusia 35 tahun, tinggal tungguh dawuh raja. Siapa "raja" itu? Hal pasti bukan Megawati, dan SBY.
Kembali ke sosok AHY dan Gibran. Dua anak presiden ini sama-sama pernah kuliah di luar negeri. AHY,menjadi lulusan terbaik dari Akademi Militer tahun 2000 dan meraih penghargaan Presiden Republik Indonesia; Bintang Adi Makayasa.
Ia juga pernah kuliah di Universitas Teknologi Nanyang dan Kursus Lanjutan Perwira Amerika Serikat. Makanya gelar AHY adalah Mayor Inf. (Purn.) H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A.
Beda dengan Gibran, sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah sekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura. Lalu, pada tahun 2007 Gibran lulus dari Management Development Institute of Singapore (MDIS). Kemudian melanjutkan studinya ke program Insearch di University of Technology Sydney (UTS Insearch), Sydney, Australia hingga lulus pada tahun 2010.
Sejak saat itu Gibran, menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo.
Jelas, background AHY dan Gibran. Kita bisa menyimak, sekiranya AHY terpilih jadi cawapres, apa gaya kepemimpinannya niru JK? Walahualam.
Sejumlah pengamat menilai AHY, minim peran yang menyentuh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Juga publik bisa mengukur gaya Gibran bila kelak bisa duduki kursi cawapres? Apakah dia melanjutkan gaya kepemimpinan wapres Maruf Amin, yang sejuk dan lebih banyak tinggal di dalem istana saja? Mari kita ikuti episode berikutnya. Ini bila keduanya memang bisa maju sebagai bakal cawapres dan lolos wapres!
***
Saat ancang-ancang Jokowi hendak membangun dinasti politik menggoalkan anak sulungnya jadi cawapres, ada manuver dari Zulhams, pembantu Presiden Jokowi.
Manuver PAN riuh. Zulhas usulkan Erick Thohir, dijodohkan dengan Prabowo. Prediksi saya usulan Zulhas, bisa membuat kehangatan politik tambah panas.
Dalam pengamatan saya, baik Gibran maupun Erick, sama-sama 'gacoan' Jokowi.
Catatan jurnalistik saya, gaya kepemimpinan Erick Thohir pernah mencatatkan kebijakan Bersih-Bersih BUMN. Berkat kinerja Erick Thohir, ia mampu membongkar skandal-skandal korupsi besar yang selama ini menggerogoti negara.
Erick, juga andalan Jokowi. Maklum, dalam pilpres 2019 lalu berkontribusi memenangkan Jokowi, mengalahkan Prabowo. Saat itu, Erick, kelahiran Lampung, dipilih ketua tim pemenang Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres 2019.
Praktis, saat ini, Gibran yang diincar Gerindra, bisa "bersaing" dengan Erick Thohir yang dielus elus PAN.
Siapa yang akan ditarik Prabowo?
Apakah sebagai politisi, Prabowo, tegak lurus ikuti arahan Jokowi? Atau Zulhams, yang banyak dikelilingi elite yang ekonom.
Apa prestasi Erick selama menjadi Menteri BUMN? Berdasarkan hasil survei, Erick adalah cawapres dengan elektabilitas tertinggi.
Pengamat Politik Indo Barometer M. Qodari mengatakan, kemunculan Erick Thohir pada daftar elektabilitas teratas seiring dengan kinerja cemerlangnya menakhodai Kementerian BUMN. Sejumlah kebijakan Erick Thohir mampu membuat perekonomian masyarakat semakin baik.
Mungkinkah, Ketua PAN, meniru Ken Arok, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Singasari . Untuk mencapai puncak kejayaannya, Ken Arok, melewati berbagai kejadian bersejarah. Ken Arok pernah mengabdi pada Penguasa Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ketika bertugas sebagai pengawal Akuwu Tumapel tersebut, Ken Arok malah jatuh cinta pada istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes.
Ia juga tega melakukan pembunuhan. Antara lain demi mendapat Kekuasaan. Ia sampai berencana untuk membuat keris yang ampuh untuk membunuh Tunggul Ametung.
Kita tunggu "pertarungan" membuat dinasti politik. Siapa yang ahli strategi SBY dengan pengikutnya yang non militer. Atau Jokowi, yang punya staf militer dari beberapa matra.
Bila Jokowi bisa 'memaksa" Ketua MK yang adalah adik iparnya, "berani" meloloskan soal usia cawapres? Ini kejutan sejarah. Tidak hanya SBY yang "ditaklukan" juga Megawati, yang sering menarasikan Jokowi, petugas partai.
Jokowi, bakal menjadi satu-satunya presiden Indonesia menjalankan kekuasaan di pemerintahan oleh garis keturunannya. Bisakah? Wait and see. ([email protected])
Editor : Moch Ilham