Niat Cari Rumput, Warga Lamongan Temukan Istana Raja Airlangga di Dalam Hutan Jati

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi bongkahan bangunan yang di duga peninggalan istana Raja Airlangga. SP/ LMG
Illustrasi bongkahan bangunan yang di duga peninggalan istana Raja Airlangga. SP/ LMG

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Wilayah Indonesia merupakan negeri dengan sejuta sejarah dan budaya di dalamnya. Sejak zaman dahulu, berbagai suku bangsa dan masyarakat adat telah tinggal di pulau-pulau indah ini.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penemuan bersejarah yang ada di indonesia. Salah satunya, bongkahan-bongkahan bangunan seluas 5 hektar yang ditemukan di tengah hutan jati Lamongan, Jawa Timur.

Penemuan Bongkahan Bangunan Bersejarah, Diduga Bekas Kerajaan Kahuripan

Penemuan ini berawal saat warga sekitar di Lamongan tengah mencari rumput di dalam hutan tersebut. Saat itu terdapat bongkahan bangunan yang diduga merupakan bekas istana kerajaan besar dari ribuan tahun yang lalu. 

Menurut penelitian, bangunan ini terkait dengan Kerajaan Kahuripan yang berada di Lamongan pada zaman dahulu, dikutip Jumat (01/08/2023).

Kerajaan Kahuripan merupakan salah satu kerajaan penting yang pernah berdiri di tanah Jawa Timur. Raja Airlangga, putra dari Kerajaan Bedahulu, Bali, adalah pendiri kerajaan ini pada tahun 1019 Masehi.

Kerajaan Kahuripan dibangun sebagai kelanjutan dari Kerajaan Medang yang runtuh pada tahun 1016 Masehi.

Pentingnya kerajaan ini dipajang dari penemuan berbagai prasasti peninggalannya yang tersebar di wilayah Jawa Timur, seperti di Jombang, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, dan yang paling banyak terdapat di Lamongan.

Salah satu peninggalan terkenal adalah Situs Pataan, yang merupakan kompleks bangunan candi, struktur stupa, serta kubah gapura dan pagar keliling yang terletak di Dusun Montor, Desa Pataan, Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Prasasti dan peninggalan lainnya membuktikan eksistensi dan kebesaran Kerajaan Kahuripan.

Dalam sejarahnya, Raja Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua pada tahun 1042 Masehi, yang pertama adalah Kerajaan Jenggala dan yang kedua adalah Kerajaan Penjalu.

Penemuan-penemuan ini membantu para sejarawan dan arkeolog untuk memahami peradaban lama Indonesia dan mendalami kehidupan masyarakat pada masa silam.

Selain itu, peninggalan kerajaan ini juga menjadi bagian penting dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Melalui penemuan-penemuan bersejarah ini, kita menjadi lebih dekat dengan nenek moyang kita dan mampu menghargai perjalanan panjang yang telah dilalui bangsa ini.

Semakin banyak penelitian yang dilakukan, semakin banyak juga penemuan berharga yang dapat mengungkapkan identitas dan jati diri bangsa Indonesia.

Sebagai warga Indonesia, penting bagi kita untuk memberikan dukungan penuh dalam upaya melestarikan dan menjaga peninggalan-peninggalan sejarah ini.

Dengan cara itu, kita dapat mewariskan kekayaan sejarah dan budaya Nusantara ini kepada generasi mendatang, dan menjadikan mereka sebagai Saksi lanjutan dari perjalanan bangsa yang penuh gemilang ini. lmg-01/dsy

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …