Surabayapagi.com, Banyuwangi - Menjadi daerah dengan tingkat inflasi terendah se-Jatim. Banyuwangi raih penghargaan dari Presiden Joko Widodo, karena mampu kendalikan inflasi selama 4 tahun.
Pada juli 2023 Banyuwangi tercatat menjadi daerah dengan tingkat inflasi terendah se-Jawa Timur, sebesar 0,04%, lebih rendah dari Jawa Timur (0,15%) dan nasional (0,21%). Dalam 7 bulan pertama pada 2023 angka ini terus melandai dan menjadi yang terendah di Banyuwangi. Sedangkan inflasi Year on Year (YoY) Banyuwangi sebesar 3,32% lebih rendah dari Jawa Timur (4,11%) dan hampir mendekati Nasional sebesar 3,08%.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengungkapkan upaya pemerintah Banyuwangi dalam mengendalikan inflasi dengan melalui program yang menjamin ketersediaan bahan pangan melalui intervensi kepada petani, hingga perbaikan jalan yang menjadi akses distribusi hasil pertanian. Stimulus diberikan kepada petani, seperti bantuan bibit, pupuk organik, serta pendampingan lapangan.
"Sehingga di hulu kita menekan biaya produksi, petani pun tetap dimudahkan dan Insya Allah mendapat harga terbaik, kemudian ini berdampak di hilir dengan harga di tingkat konsumen yang terkendali," ungkap bupati Banyuwangi tersebut.
Banyuwangi juga berinovasi dengan menumbuhkan generasi baru pertanian melalui digitalisasi. Di antaranya melalui program "Jagoan Tani" yang menggodok ribuan anak muda menjadi pengusaha muda pertanian yang tangguh.
"Hal itu untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas untuk menjamin pasokan, dan sekaligus menjaga stabilitas harga. Kami optimistis, dengan digitalisasi yang digerakkan anak-anak muda sesuai arahan Presiden, sektor pertanian kita bisa berdaya saing," papar Ipuk.
Selain melibatkan petani dan anak muda, Pemerintah Banyuwangi juga memastikan kelancaran jalur distribusi produk pangan, secara berkelanjutan Banyuwangi melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Pada 2023, Pemkab Banyuwangi melakukan pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 222,139 km serta pembangunan 26 jembatan di sejumlah wilayah.
"Setelah pandemi, kembali kami fokus bangun jalan poros antar kecamatan. Termasuk pavingisasi di banyak jalan desa bahkan sampai dusun. Harapannya juga untuk memperlancar jalur distribusi pangan," tambahnya.
Berkat kerja keras tersebut, melalui Program pengendalian inflasi daerah, Banyuwangi kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Diserahkan Presiden RI Joko Widodo kepada Bupati Ipuk Fiestiandani di Istana Negara, Kamis (31/8/2023), Banyuwangi berhasil mempertahankan predikat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Terbaik 2022 se-Jawa dan Bali. Dengan demikian, empat tahun berturut-turut Banyuwangi meraih TPID Terbaik sejak 2019.
Pada acara tersebut Bupati Banyuwangi pun menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih daerahnya.
"Alhamdulillah, hari ini di Istana Negara, kami menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Ini tentu mendorong semua elemen di Banyuwangi untuk terus kompak melakukan pengendalian inflasi secara lebih baik lagi, agar daya beli masyarakat selalu terjaga," ujar Ipuk, Jumat (01/09/2023). bw-01/Acl
Editor : Redaksi