SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ditemukan kuburan berisi belasan kerangka manusia yang terkubur di dalam makam berdinding batu berusia 5.000 tahun yang saling berpelukan. Arkeolog di Skotlandia menamakan makam tersebut dengan julukan “Chamber Cairn”.
Sebelumnya, dokumentasi pertama mengenai keberadaan makam ditulis pada abad ke-19 sedangkan lokasi pasti penemuan makam tersebut masih dirahasiakan. Kuburan itu ditemukan oleh seorang anak petani saat menjelajahi wisma keluarganya di Kepulauan Orkney, sebuah kepulauan di lepas pantai timur laut Skotlandia.
Pada 2020, Hugo Anderson-Whymark, kurator senior prasejarah awal di Museum Nasional Skotlandia, kembali menemukan artikel tersebut saat dia melakukan penelitian arsip.
“Itu seperti cerita detektif,” kata Anderson-Whymark sebagaimana dikutip Live Science. “Kebetulan, ada dokumentasi lain di arsip tersebut, termasuk sketsa kecil yang menguraikan lokasi (pertanian).”
Saat itu para arkeolog mulai melakukan penelusuran menjelang musim panas. Salah satu petunjuk yang ditemukan mengarah pada satu lokasi yang ditumbuhi oleh rumput dengan daratan berbukit-bukit. Di sana, mereka langsung melakukan penggalian dan menemukan makam berdiameter 15 meter yang dibangun dengan dinding batu.
Peneliti menganggap, makam yang dibangun sekitar 3000 SM tersebut merupakan “prasasti rekayasa Neolitik”. Ini dilandaskan pada konstruksi corbelled, di mana orang Neolitik membangun dinding batu tersebut dengan cukup detail.
“Setelah kami membersihkan rumput dari puncaknya, kami melihat sebuah monumen yang cukup besar,” kata Anderson-Whymark, Senin (30/10/2023).
“Pada tahun 1896, [petani dan putranya] telah mengambil beberapa peninggalan arkeologi, termasuk kepala gada batu dan bola, tetapi mereka tidak tertarik dengan delapan sisa-sisa manusia yang mereka temukan dan menguburkan kembali semuanya,” jelasnya.
Sementara itu, di bagian bawah makam, arkeolog menemukan enam ruangan berisi 14 kerangka, termasuk dua kerangka yang terlihat sedang berpelukan.
Anderson-Whymark mengidentifikasi situs tersebut sebagai kelompok yang sangat erat, meski penelitian tambahan dan analisis DNA diperlukan untuk mengidentifikasi setiap kerangka dan menentukan apakah mereka berkerabat atau tidak.
Mereka bisa saja dikuburkan pada saat yang sama dalam posisi berjongkok seperti sedang berpelukan. Sepertinya mereka sengaja didekatkan satu sama lain. Kami juga menemukan kerangka lain yang lengannya terentang ke arah kerangka yang berbeda,” jelas Hugo Anderson-Whymark, kurator senior prasejarah awal di Museum Nasional Skotlandia. sb-05/dsy
Editor : Desy Ayu