SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggandeng Universitas Negeri Surabaya (UNESA) gelar sosialisasi pemilu dan pendidikan pemilih muda terutama dari kalangan mahasiswa.
Gogot Cahyo Baskoro Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Komisioner KPU Provinsi Jatim mengatakan bahwa ada tiga tujuan dari kegiatan tersebut yaitu tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimana, mampu meningkatkan partisipasi pemilih pemula dan muda pada pemilu 2024.
Menurut Gogot, tujuan kognitifnya yakni, ketika pemilih muda menjadi paham akan pemilu dan prosedurnya. Kemudian, untuk tujuan afektif (sikap) ketika mahasiswa dari sebelumnya acuh tak acuh menjadi setuju dan ambil bagian dalam pelaksanaan pemilu.
"Sedangkan tujuan psikomotorik ketika pemilih bisa datang ke TPS untuk melakukan pemilihan untuk menentukan sosok yang pantas memimpin bangsa ini ke depan," kata Gogot, berdasarkan keterangan yang diterima Surabaya Pagi, Rabu (06/12/2023).
Agenda yang bertajuk KPU Jatim Goes to Campus ini dikemas dengan nonton bareng film Kejarlah Janji. Pada film tersebut memuat pesan-pesan pemilu damai yang diharapkan bisa menjadi referensi atau tuntunan bagi anak-anak muda dalam mensukseskan pesta demokrasi.
Diketahui, sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber seperti M Danu Winata dosen Komunikasi Politik UNESA dan Fauzan Abdilah Praktisi perfilman Founder dan CEO PT Figuratif Swarna Media.
Danu menyampaikan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi anak-anak muda baik yang sudah memilih maupun pemilih pemula.
Lebih lanjut, Danu menjelaskan bahwa selain dengan roadshow ke kampus-kampus, sosialisasi juga perlu dimassifkan dengan memanfaatkan platform media sosial yang memang sangat melekat dengan anak-anak muda, utamanya generasi Z dan milenial.
"Generasi Z menekankan semua hal yang menjadi harapan secara sederhana. Bagaimana soft skills dan hard skills yang dimiliki akan terealisasi," kata Danu.
"Kalau tidak didukung dengan pengetahuan, dan pikiran yang kritis untuk dapat menjadikan Indonesia Emas 2025," sambungnya.
Disisi lain, Fauzan juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peranan penting dalam momentum yang menentukan perjalanan bangsa ke depan. Pesan Fauzan, anak-anak muda, tidak boleh menutup mata, tetapi justru ambil bagian untuk memastikan roda pemerintahan ke depan.
"Kita harus nyoblos, kita harus jujur, kata-kata dari film ini yang kemudian akan sampai ke penonton. Dengan kata lain, ada ajakan untuk kita agar menunaikan hak kita sebagai warga negara dalam menentukan pemimpin bangsa ke depan," tutur Fauzan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan FISH Bambang Sigit Widodo, mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
Salah satu yang bisa dilakukan yakni sebagai duta yang menyadarkan masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks atau tidak terpancing melakukan perilaku yang memecah belah bangsa.
"Tugas kaum terdidik adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk memilih sekaligus menjadikan momentum pesta demokrasi sebagai wadah persatuan. Meski berbeda pilihan, kita tetap satu untuk Indonesia maju," pungkasnya. Ain
Editor : Desy Ayu