Selundupkan Pupuk Urea Bersubsidi, Warga Situbondo Dibui

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 01 Feb 2024 19:25 WIB

Selundupkan Pupuk Urea Bersubsidi, Warga Situbondo Dibui

SURABAYAPAGI.COM, Situbondo - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, menetapkan tersangka terhadap Herli (43) atas dugaan penyelundupan pupuk urea bersubsidi.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Situbondo Kompol I Made Prawira Wibawa mengungkapkan, Herli warga Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, itu ditetapkan tersangka atas kasus dugaan penyelundupan pupuk subsidi setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton.

Baca Juga: 517 Petugas Gabungan Siap Amankan Pemilu di Situbondo

"Dalam pemeriksaan oleh penyidik, yang bersangkutan mengakui dengan sengaja menjual pupuk subsidi dari Pulau Madura ke Situbondo," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (1/2).

Di hadapan penyidik, lanjut Wakapolres Kompol I Made Prawira Wibawa, tersangka dengan sengaja memperjualbelikan pupuk bersubsidi jenis urea seberat 7,5 kuintal dan dijual kepada salah seorang petani di Dusun Leket, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Situbondo.

Baca Juga: Razia Balap Liar di Situbondo, 12 Motor Diamankan

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 110 jo Pasal 36 Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jo Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 10 Tahun 2022 tentang Alokasi Anggaran Harga Eceran Tertinggi Pupuk Subsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2023 jo Perpres RI Nomor 15 Tahun 2011 atas Perubahan Perpres RI nomor 77 tahun 2005.

"Atas perbuatannya itu, tersangka Herli terancam pidana 5 tahun penjara. Dan tersangka langsung kami lakukan penahanan," kata Wakapolres Situbondo.

Baca Juga: Pengedar Okerbaya Dibekuk, Ribuan Butir Pil Diamankan

Sehari sebelumnya, polisi menangkap tersangka Herli saat hendak menjual pupuk subsidi kiriman dari Pulau Madura.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita 7,5 kuintal pupuk subsidi dan satu kendaraan pikap yang digunakan untuk mengangkut pupuk subsidi tersebut. St-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU