Masa Tenang, Warga Jatim Tidak Terpengaruh Dirty Propaganda

author Riko Abdiono

- Pewarta

Senin, 12 Feb 2024 19:05 WIB

Masa Tenang, Warga Jatim Tidak Terpengaruh Dirty Propaganda

Jaga Kondusifitas dan Hindari Provokasi Negatif

 

Baca Juga: Hak Angket, Mungkinkah Terealisasi di DPR?

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masa tenang untuk Pemilu 2024 dimulai dari 11-13 Februari. Masa tenang ini diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye Pemilu. Sehingga, tidak boleh ada aktivitas kampanye apapun sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Ayat (4) PKPU Nomor 15 Tahun 2023 (4) Pada Masa Tenang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Peserta Pemilu dilarang melaksanakan Kampanye Pemilu dalam bentuk apapun.

Begitu pula dengan media massa cetak, media daring, media sosial, dan lembaga penyiaran, selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak, atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kegiatan kampanye. Berdasarkan Pasal 56 Ayat (4) PKPU Nomor 15 Tahun 2023.

Selama Masa Tenang, media massa cetak, Media Daring, Media Sosial, dan Lembaga Penyiaran dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak, atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan Kampanye Pemilu yang menguntungkan atau merugikan Peserta Pemilu.

Baca Juga: Ditemukan Selisih Jumlah Suara, 21 TPS di Jombang Lakukan Perhitungan Ulang

Sayangnya, akhir akhir ini ada beberapa kelompok yang justru mengusik ketenangan dan kondusifitas masa tenang ini dengan merilis sebuah video Propaganda yang dinamai Dirty Votes.

Boedi Prijo Soeprajitno selaku ketua TKD Jatim menyampaikan bahwa kebanyakan isi dari film itu adalah tak lain hanya kepentingan propaganda. "Saya lihat film ini isinya banyak bias, lihat saja survey yang ditampilkan dalam awal film ini ditampilkan, Jelas-jelas data yang ditampilkan adalah survey lama akhir tahun 2023 yang menunjukkan bahwa film ini dibuat dengan metode selective bias. Ini artinya data-data yang ditampilkan diambil parsial untuk merugikan paslon tertentu dan menguntungkan kelompok mereka" Ujar Boedi

Boedi juga menyampaikan bahwa meskipun propaganda ini disengaja, Boedi meyakini bahwa film ini tidak berpengaruh kepada warga Jatim yang insyaAllah berdasarkan Survey terbaru Poltracking sudah all in Prabowo Gibran 60.1%. "Kita sudah faham polannya. Ngaku-ngaku edukasi tapi filmnya kok cuma muncul tiap 5 tahun sekali." Ujar Boedi

Baca Juga: Begini Diplomasi ala Prabowo

"5 Tahun yang lalu juga muncul film serupa dari pembuat yang sama bernama Sexy Killers untuk menjelek jelekkan pak Jokowi di masa tenang kampanye. Namun Alhamdulillah buktinya film tersebut nggak ngefek terhadap suara pak Jokowi di Jatim dan beliau tetap menang, Artinya film propaganda serupa juga nggak akan pengaruh untuk warga Jatim" Tambah Boedi yang juga mantan kepala Bapenda Jatim ini. 

Terakhir, Boedi kembali mengingatkan di masa tenang ini untuk seluruh masyarakat terus menjaga kondusifitas. 

"Mari seluruh warga Jawa Timur untuk terus menjaga kondusifitas di masa tenang ini, jangan ikut ikutan menyebarkan narasi propaganda negatif yang kontraproduktif. Mari fokus mengawal pilpres 2024 dengan damai dan riang gembira." Tutup Boedi. rko

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU