Akankah Sri Mulyani Dipakai Lagi, Bila Prabowo Presiden?

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 22 Feb 2024 20:52 WIB

Akankah Sri Mulyani Dipakai Lagi, Bila Prabowo Presiden?

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Nama Sri Mulyani Indrawati, tak ada dalam bocoran daftar kabinet Prabowo-Gibran yang beredar sejak Senin (19/2). Jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan konon bakal digantikan Wishnu Wardhana, yang merupakan CEO perusahaan energi Indika Energy.

Wishnu Wardhana, saat ini menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Saksi Ahli Bisa Temukan Kecurangan, dari Kebenaran Ilmiah

Selama ini beredar kabar, Menteri Keuangan Sri Mulyani, pernah tak merestui permintaan anggaran yang diajukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Tapi kalau saya sebagai ekonom membaca dan melihat memang chemistry Pak Prabowo dengan Mba Ani (Sri Mulyani) enggak jalan," kata anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, yang dikenal sebagai ekonom Indef itu.

Beda dengan Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati. Ia menilai posisi menteri keuangan ke depan haruslah orang yang memiliki moral seperti Sri Mulyani, yakni berani mengatakan uang APBN harus diperuntukkan bagi kepentingan rakyat semata.

Sejak masih hitungan quick count, Menkeu Sri Mulyani, sudah pastikan dirinya memilih tidak ikut membahas sinkronisasi pemerintahan dengan presiden berikutnya. "Biar Bapak Presiden saja, ya. Aku enggaklah, aku ngurus APBN aja," kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/3/2024).

Perlu diketahui, Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan dalam debat ketiga Capres 2024, Minggu, 7 Januari 2024 lalu, menyebutkan soal Menteri Keuangan, Sri Mulyani, banyak tidak menyetujui anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

 

***

 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara, memprediksi mencari sosok pengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah pekerjaan terberat Prabowo-Gibran ke depannya.

Ia mengamati, hubungan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Prabowo tidak terlalu bagus. Kondisi tersebut akan menyebabkan Sri Mulyani sulit untuk bersedia bergabung di Kabinet Prabowo yang baru.

Demikian juga, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti. Ia juga menekankan, menteri keuangan pengganti Sri Mulyani juga harus memiliki sikap yang mampu mengerem kebijakan presiden baru. Apalagi kebijakannya banyak bergantung pada APBN.

 

***

 

Dr. Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini. Ia adalah seorang ekonom terkemuka Indonesia berdarah Jawa. Kedua orang tuanya berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Dikutip dari www.kemenkeu.go.id, Sri Mulyani Indrawati, lahir di Tanjung Karang, Lampung pada tanggal 26 Agustus 1962. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1986). Melanjutkan pendidikannya di University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics (1990). Setelah itu ia mendapatkan gelar Ph.D. in Economics (1992). Spesialis penelitian keuangan publik, kebijakan fiskal, dan ekonomi tenaga kerja ini terpilih menjadi Executive Director pada International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group) sejak 1 November 2002.

Pada tanggal 21 Oktober 2004, dia mendapatkan penugasan pertama di Kabinet sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Selanjutnya, pada tanggal 5 Desember 2005, dia dilantik menjadi Menteri Keuangan. Selama menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, banyak menorehkan prestasi, diantaranya menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pinjaman dan mengelola utang serta memberi kepercayaan pada investor. Reformasi Kementerian Keuangan dinahkodainya dengan baik sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan. Dia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di IMF-World Bank Group Annual Meetings di Singapura. Dia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan terbaik untuk tahun 2006 oleh majalah Euromoney. Di tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono, dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Kemudian pada 1 Juni 2010 Sri Mulyani Indrawati menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Pada tanggal 27 Juli 2016, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Keuangan kembali dalam Kabinet Kerja. Pada bulan Februari 2018, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali menjadi "Best Minister in the World" pada World Government Summit di Dubai.

Masih pada tahun yang sama di bulan Oktober 2018, Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific". Gelar tersebut diberikan saat berlangsungnya IMF-World Bank Group Annual Meetings di Bali. Pada tahun 2019, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia. Penghargaan ini diperoleh tiga tahun berturut-turut setelah sebelumnya diperoleh pada tahun 2017 dan 2018. Dalam organisasi sosial, beliau menjabat sebagai Co-Chair of the Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development bersama Melinda Gates, dan juga Co-Chair of the World Economic Forum on ASEAN and sits on the Board of UNICEF’s Generation Unlimited Initiative.

Pada bulan Agustus 2019, ia dipilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia periode 2019-2023. Tanggal 23 Oktober 2019, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Jabatan ini adalah jabatan Menteri Keuangan keempat kalinya bagi Sri Mulyani pada kabinet yang berbeda.

 

***

Baca Juga: Otto Hasibuan, Komentari Perbandingan Hukum, Mengapa Sedih

 

Catatan jurnalistik saya, Sri Mulyani, sempat disebut Menteri Utang dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespon, dirinya bukanlah menteri keuangan yang suka dengan utang, sebagaimana yang selama ini disematkan masyarakat kepadanya. Ia memberikan bukti-bukti terkait itu.

Salah satunya ialah kemampuan dirinya menjaga defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak terus menerus tinggi di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB) setelah masa Pandemi Covid-19.

Disamping, tingkat utang yang tak lebih dari 60% PDB sebagaimana diatur dalam UU Keuangan Negara.

Tapi, Eks Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani, tak punya nyali ketika diajak berdebat soal perekonomian Indonesia. Hal itu menurut Rizal lantaran Sri Mulyani tak merespons tantangan debat terbuka darinya.

"Ternyata Sri nggak punya nyali. Karena akan ketahuan nanti siapa yang manipulatif gunakan data sepotong-sepotong. Tidak menggunakan gambaran yang komprehensif tentang utang," kata Rizal di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Padahal, kata Rizal, sudah ada tiga stasiun televisi swasta yang bersedia menayangkan debatnya dengan Sri Mulyani.

Saat itu, Presiden Joko Widodo malah mempersilakan pihak-pihak yang mempersoalkan utang untuk beradu argumen dengan Sri Mulyani.

Saat itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah Rp7.879 triliun pada akhir Maret 2023.

Dengan jumlah tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 39,17 persen.

"Berdasarkan batasan utang yang ditetapkan melalui UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang sebesar 60 persen PDB, utang pemerintah berada di dalam batas aman dan terkendali," tulis Kemenkeu dalam Buku APBN KiTA edisi April 2023 seperti dikutip pada Selasa (9/5/2023).

Jelang penutupan tahun 2023, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara beserta seluruh jajaran eselon 1, eselon 2 dan staf ahli Kementerian Keuangan melakukan dialog atas capaian kinerja pada masing-masing Kantor Wilayah di lingkungan Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Pengamat: Menteri Bukan Tegak Lurus ke Mantan Presiden

Menkeu juga mengapresiasi seluruh jajaran Kementerian Keuangan, baik di pusat maupun di daerah atas kinerja baik selama tahun 2023, dan persiapan menyambut tahun baru 2024.

“Saya pun berdiskusi lebih lanjut mengenai tantangan yang unik dan dimiliki oleh tiap-tiap daerah. Ini menjadi catatan untuk menyambut 2024 yang sudah di pelupuk mata. Termasuk mengenai sinergi yang harus terus ditingkatkan baik dari sisi internal maupun dengan seluruh stakeholder eksternal,” ungkapnya, saat pelaksanaan Dialog Akhir Tahun 2023 yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (29/12/2023).

Dialog pun berlanjut bersama dengan 4 pegawai berprestasi Kemenkeu sebagai perwakilan, yaitu aditya dari KPPN Merauke, Latifah dari KPKNL Bontang, Elisa di KPP Pratama Bantaeng, hingga Erwin dari Tanjung Balai Karimun.

Dalam kesempatan itu, mereka berkesempatan menyampaikan berbagai tantangan, solusi, serta harapan-harapan tulus mereka untuk Indonesia dan Kemenkeu.

“Itu memang merupakan suatu perjalanan karir dan sekaligus juga perubahan pengalaman yang akan kita design. Pasti akan sulit untuk ideal karena mengatur 80.000 orang itu enggak gampang dan satu putaran itu pasti juga akan memutar yang lain. Tapi kami mengusahakan untuk membuat sistem, satu transparan, kedua adil,” tutur Menteri Keuangan.

Dengan demikian, Menkeu berharap agar seluruh jajaran Kemeterian Keuangan dapat terus bekerja dengan lebih fokus, berupaya memberikan yang terbaik, serta terus berkembang dan meningkatkan kompetensinya dalam mendukung kebijakan fiskal dan membangun Indonesia melalui pengelolaan keuangan negara yang baik.

“Jaga integritas kalian. Profesional itu jangan pernah berhenti belajar. Jadi terus menambah ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan, termasuk di dalam unit, dengan stakeholder atau para pihak lain secara sopan, profesional dan integritas. Jaga integritas dan nama baik keluarga, nama baik diri sendiri dan juga nama baik Kementerian Keuangan,” tutupnya.

Apa pun ketegarannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, tetap seorang wanita. Ditengah kesibukan di pemerintahan, ia sempatkan merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang bersama sang suami, Tonny Sumartono, pada Rabu (14/2).

Keduanya, merayakan Hari Kasih Sayang itu dengan berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.

Ini diketahui melalui unggahan terbaru Sri Mulyani atau SMI di media sosial.

Dalam foto yang lain, SMI dan Tonny terlihat melihat Pohon Jodoh yang tampak kokoh tersebut. Sri Mulyani kemudian menutup takarir foto dengan mengucapkan selamat Hari Kasih Sayang. "Happy Valentine 14 Februari 2024."

Unggahan perayaan Hari Kasih Sayang itu muncul setelah Sri Mulyani membagikan foto-fotonya saat menggunakan hak suara untuk Pemilu 2024.

Puluhan pegawainya di Kemenkeu menjuluki Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang tangguh dan juga cerdas. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU