Sandra Dewi Sudah Ketar-Ketir Bila Suaminya Dimiskinkan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 02 Apr 2024 21:22 WIB

Sandra Dewi Sudah Ketar-Ketir Bila Suaminya Dimiskinkan

Rolls Royce dan MINI Cooper Disita, Jet Pribadi dan Aset Lainnya Dibidik

 

Baca Juga: Nama Ayu Dewi Dituding Jadi MC Berinisial A di Kasus Korupsi yang Seret Harvey Moeis

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kekayaan Harvey Moeis yang menjadi tersangka korupsi tambang Timah ilegal dengan kerugian Rp 271 Triliun, mulai dibidik oleh Kejaksaan Agung. Bahkan, Kejagung akan memiskinkan suami dari Sandra Dewi itu. Ini ditandai dengan mulai menyita beberapa aset kekayaan Harvey Moeis dan Sandra Dewi dan menggeledah rumah mewahnya di kawasan Pakubuwono, Jakarta.

"Kita saat ini sudah melakukan penggeledahan di kediaman saudara HM, di Pakubowono. Saat ini sedang berlangsung. Tenang saja, hasilnya akan kami kabari. Bisa juga kami sita nantinya. Kita juga sedang lakukan aset tracking di tempat lain bahkan di luar negeri," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, Selasa (2/4/2024).

Sebelumnya, Kejagung juga telah melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp 76 miliar dari rumah Harvey Moeis saat tim penyidik Kejagung menangkapnya. Selain uang tunai, Kejagung juga menyita uang logam mulia milik Harvey dan Sandra Dewi.

Selain itu, Kejagung juga telah menyita dua mobil Rolls Royce dan MINI Cooper S Countryman F60. Diketahui, dua mobil itu adalah hadiah Harvey Moeis untuk ulang tahun Sandra Dewi. Rolls Royce dijadikan hadiah ulang tahun ke-40 Sandra Dewi, sedangkan MINI Cooper dihadiahkan saat Sandra Dewi ulang tahun ke-39.

Kejagung pun kini juga sedang menyelidiki jet pribadi yang juga diklaim sebagai hadiah ulang tahun untuk anak pertamanya. "Untuk itu, kami sedang telusuri. Tidak hanya yang bergerak, juga yang tidak bergerak. Kita sedang pendataan," lanjut Ketut.

Selain Rollys Royce dan MINI Cooper, Kejagung juga menyita beberapa barang bukti dokumen elektronik serta dokumen yang terkait dengan tindak pidana dugaan korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk tahun 2015-2022.

"Untuk barang lainnya belum disita, kita sedang lakukan verifikasi keasliannya," kata Ketut.

 

Sandra Dewi Tak Tampak

Saat penggeledahan disebutkan ada keluarga yang menyaksikan. Akan tetapi, mereka tak bisa bicara gamblang soal keberadaan Sandra Dewi saat penggeledahan.

"Tentu dari orang lain ada, tapi kalau dari keluarga saya tidak ada laporan. Kita juga melibatkan RT setempat saat penggeledahan, kita juga memakai seragam serta sarung tangan agar tak terkontaminasi sidik jari," jelas Ketut Sumedana.

Bahkan foto-foto yang dibagikan oleh Kejagung, terlihat tim penyidik mengeledah lemari di salah satu ruangan bernuansa kayu. Dalam foto tersebut terlihat ada asisten Sandra Dewi, Ratih, yang mendampingi tim penyidik menyisir ruangan di rumah Sandra Dewi.

Namun, Sandra Dewi juga terpantau aktivitasnya di media sosial berhenti sejak suaminya ditahan.  Beberapa pekan sebelum suaminya ditahan, Sandra Dewi diketahui baru saja menjalani operasi ambeien. Hal itu dibagikan oleh Sandra Dewi dalam akun Instagram terverifikasinya.

 

Baca Juga: Uangnya Rp 40 M Disita KPK, Mantan Mentan Panik

Sandra Dewi Terancam Dimiskinkan

Menimbang kemungkinan Harvey Moeis dimiskinkan, ucapan Sandra Dewi perihal keuangan kembali viral di media sosial.

Dalam videonya bersama Boy William, Dewi pernah mengaku siap hidup tanpa harta yang berlimpah. "Yes (harta penting), cuma kalau buat gue sama suami yang lebih important itu family," kata Sandra.

"Ya uang kan sebenernya kita hidup kan begitu-begitu aja sih, makan tiga kali sehari. Bisa jalan-jalan udah bagus. Uang dikasih banyak itu ya bonus dari Tuhan," sambungnya.

Meski suatu saat dirinya jatuh miskin, Sandra Dewi tak masalah, yang terpenting dirinya masih bisa makan. "Dikasih sedikit pun enggak papa yang penting cukup buat makan dan kesehatan untuk keluarga," ujarnya lagi.

Ucapan Sandra Dewi itu pun langsung disorot beberapa komentar di media sosial. Bahkan, beberapa warganet mencibir ucapan Sandra Dewi yang terlihat sederhana tetapi kerap memakai barang mewah.

"Cukup makan masa sih, ujung kaki sampai ujung rambut aja pakai barang branded," tulis salah satu warganet di kolom komentar yang mengunggah ulang video Sandra Dewi diwawancara Boy William.

Bahkan, ada warganet lain juga mengomentari sikap hidup mewah Harvey Moeis dan Sandra Dewi. "Iya cukup, tapi cukup makan mewah, cukup beli villa, cukup beli klub liga Inggris, cukup beli pabrik mobil," komentar warganet lain.

Baca Juga: KPK tak Gentar Bupati Sidoarjo, Ajukan Praperadilan

 

Bikin Panja Kasus Timah

Komisi VI DPR merespons kasus korupsi tata niaga komoditas timah dengan 16 orang tersangka, termasuk suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis. Komisi VI DPR berencana membentuk panitia kerja atau Panja untuk mengawal kasus ini.

Dalam rapat yang dilakukan dengan direksi PT Timah, Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mengatakan dugaan penyimpangan pada tata niaga timah ini sudah menjadi sorotan masyarakat luas. Bahkan, potensi kerugian akibat kerusakan lingkungan imbas tambang timah ilegal disebut-sebut tembus Rp 271 triliun

"Komisi VI DPR RI mendapatkan informasi soal berbagai permasalahan dugaan penyimpangan serius pada tata niaga timah yang saat ini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. Masalah tersebut menjadi sorotan masyarakat terkait dengan nilainya disebut-sebut sangat besar, dan diduga melibatkan berbagai pihak," papar Martin Manurung dalam rapat kerja, Selasa (2/4/2024).

Rencananya DPR membuat Panja khusus untuk membahas masalah korupsi pada PT Timah. Nantinya, Panja akan melakukan rapat lanjutan untuk menggali informasi lebih dalam soal apa yang terjadi pada PT Timah.

Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk Ahmad Dani Virsal pun menyatakan pihaknya mendukung pembentukan Panja yang dilakukan Komisi VI DPR. Dia berharap dari pembahasan yang dilakukan pada Panja dapat memberikan solusi bagi PT Timah.

"Kami sangat berterima kasih dengan pembentukan Panja. Nanti kita akan cari solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi di PT Timah. Saya yakin optimistis apa yang disampaikan pasti ada jalan keluarnya. Apalagi perusahan ini perusahan publik dan tidak ada yang kita tutupi," kata Ahmad. erk/jk/dna/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU