Home / Ekonomi dan Bisnis : Harga Sejumlah Komoditas Turun

Inflasi di Kota Kediri Terjadi Minus, Terendah se-Jawa Timur

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 06 Jun 2024 10:48 WIB

Inflasi di Kota Kediri Terjadi Minus, Terendah se-Jawa Timur

i

Ilustrasi. Pedagang emas di salah satu wilayah Kota Kediri, Jawa Timur. SP/ KDR

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah beberapa komoditas di Kota Kediri mengalami penurunan yang berimbas pada inflasi y-on-y Bulan Mei 2024 sebesar 2,28 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sekaligus menjadi urutan terendah inflasi y-on-y se-Jawa Timur.

Diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) m-to-m Bulan Mei 2024 di Kota Kediri berada pada angka -0,20 persen atau menurun apabila dibandingkan dengan inflasi Bulan April 2024 yakni 0,54 persen.

Baca Juga: Tren Inflasi Indonesia Turun dalam 10 Tahun Terakhir

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,5 persen. Sedangkan pada inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 1,50 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Pardjan, Kamis (06/06/2024).

Sebagai informasi, beberapa komoditas penyumbang inflasi di Bulan Mei, antara lain: telur ayam ras sebesar 0,06 persen; emas perhiasan sebesar 0,04 persen; sawi hijau sebesar 0,03 persen; cabai merah, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), terong, kangkung, bayam, bawang putih, alpukat, dan semangka masing-masing 0,02 persen; daun bawang, kol putih/kubis, jagung manis, tahu telor/tahu tek-tek, kue kering berminyak, bakso siap santap, apel, anggur, kentang, dan sabun mandi masing-masing 0,01 persen.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy: Pengendalian Inflasi di Jatim Sudah Penuhi Target

Sementara itu terdapat pula komoditas yang memberikan andil penghambat inflasi di Bulan Mei, yaitu: beras mengalami deflasi sebesar -0,29 persen; tomat -0,09 persen; daging ayam ras sebesar -0,08 persen; cabai rawit sebesar -0,06 persen; pepaya sebesar -0,03 persen; angkutan antar kota sebesar -0,02 persen; tarif kereta api, angkutan udara, ikan nila, buncis, ayam hidup, nangka muda, dan kacang panjang masing-masing sebesar -0,01 persen.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pasokan bahan pangan di Kota Kediri, karena TPID Kota Kediri telah berupaya melakukan pemantauan harga komoditas di pasar dan menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) secara berkala,” terang Pardjan. 

Baca Juga: Inflasi Tak Halangi Pertumbuhan Ekonomi Jatim, Pendapatan Pajak Tembus Rp40,3 Triliun

Dengan demikian diharapkan harga komoditas di pasar bisa terkendali dan terpenuhi dengan baik. Adanya hal itu, Kota Kediri berada pada posisi yang aman dengan deflasi yang tidak terlalu dalam dan berharap dengan penurunan harga rata-rata ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat. kdr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU