Suzuki Tutup Pabrik Tahun Depan Gegara ‘Banjir’ Mobil China di Thailand

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 10 Jun 2024 11:36 WIB

Suzuki Tutup Pabrik Tahun Depan Gegara ‘Banjir’ Mobil China di Thailand

i

Ilustrasi. Suzuki Motor Corporation secara resmi akan menutup pabriknya di Thailand. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dikutip dari keterangan resmi Suzuki yang dipublikasikan pada Jumat (07/06/2024), Suzuki Motor Thailand (SMT)  di Thailand resmi akan ditutup pada 2025. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi struktur produksi global.

Nantinya, penjualan mobil Suzuki di Thailand akan diimpor secara CBU melalui pabrik di kawasan ASEAN serta Jepang dan India. Suzuki juga akan berkontribusi guna mencapai netralitas karbon yang dipromosikan pemerintah Thailand dengan memperkenalkan mobil hybrid serta mobil setrum.

Baca Juga: Akhirnya, Lelang Jeep Rubicon Mario Dandy Laku Terjual Rp 725 Juta

Lebih lanjut, langkah tersebut diambil Suzuki untuk mengoptimalkan lokasi produksi global serta bagian dari upaya mempromosikan netralitas karbon dan elektrifikasi secara global.

Sementara itu diketahui, Pabrik SMT didirikan pada Agustus 2011 dan baru beroperasi pada Maret 2012. Lokasi pabrik yang terletak di Pluakdaeng, Provinsi Rayong mempekerjakan sekitar 800 orang dan memiliki kapasitas produksi hingga 60 ribu unit per tahun.

Baca Juga: Murah Meriah! Suzuki Swift Laku Keras, Ribuan Unit Terjual Dalam Sebulan

Dari data yang dipublikasikan, SMT hanya memproduksi 7.579 unit di tahun 2023. Model yang diproduksi di pabrik tersebut antara lain Swift, Ciaz dan Celerio.

Suzuki juga menargetkan memiliki enam model EV pada tahun 2030-2031. Kendaraan listrik pertama Suzuki rencananya akan diluncurkan pertama kali di India pada tahun depan serta bakal diekspor ke Jepang dan Eropa.

Baca Juga: Honda Navi, Skutik Bergaya Sport yang Dibanderol Rp 32 Jutaan

Mundurnya Suzuki dari Thailand seiring dengan ketatnya persaingan pabrikan mobil Jepang dengan dengan pabrikan asal China yang semakin gencar menginvasi negeri Gajah Putih. Selain itu tekanan untuk memproduksi mobil listrik dan hybrid di Thailand yang makin tinggi. jk-06/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU