Sukses Terapkan Pertanian Terpadu, Petani di Banyuwangi Patut Ditiru

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 27 Jun 2024 10:28 WIB

Sukses Terapkan Pertanian Terpadu, Petani di Banyuwangi Patut Ditiru

i

Ilustrasi. Pertanian terpadu di Wilayah Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BNY

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Petani di Banyuwangi, Jawa Timur patut ditiru. Pasalnya, sektor pertanian di sana berbeda dan penuh inovasi, salah satu contohnya di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu yang sukses menerapkan sistem pertanian terintegrasi (Integrated Farming System).

Salah seorang petani, Nuryanto memanfaatkan keterkaitan antara tanaman pangan, serta ternak dan perikanan untuk mendukung produksi pertanian dalam satu lahan.

Baca Juga: Pemerintah Desa Dukuhsari Gelar Pelatihan Pertanian Tepat Guna di BBPP Ketindan Lawang

Di lahan seluas 7 hektar miliknya, Nuryanto mengembangkan peternakan domba, budidaya ikan lele, tanaman padi, serta berbagai tanaman buah yang ditanam di pinggiran lahan. Seperti durian dan manggis.

“Ini sudah saya kembangkan sejak tahun 2021. Awalnya ya terpikir ingin beralih ke pertanian organik agar sawah saya terjaga kelestariannya. Supaya tidak terkena bahan kimia terus,” ujar Nuryanto, Kamis (27/06/2024).

Nuryanto kini memelihara sekitar 30 ekor domba di sebagian lahan miliknya itu. Kotoran dan urine domba tersebut tidak dibuang begitu saja. Melainkan diproses menjadi pupuk organik padat (dari kotoran) dan pupuk organik cair (dari urine). Sementara air dari kolam ikan lele digunakan sebagai bahan pembuatan Photosynthetic Bacteria (PSB) yang dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman.

“Hasil processing limbah tersebut saya manfaatkan untuk pemupukan di sawah (tanaman Padi), sehingga bisa mengurangi dosis pemakaian pupuk kimia sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan,” urainya.

Baca Juga: Jahlul Yussar Ajak Siswa Mengenal Pertanian Sejak Dini

Lebih lanjut, Nuryanto menanam rumput gajah untuk makanan puluhan dombanya. Dengan demikian dia bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu mencari rumput ke tempat lain.

Setelah tiga tahun menerapkan konsep pertanian terintegrasi ini, Nuryanto mengaku kondisi lahannya menjadi semakin subur. “Hasil panennya juga lebih baik. Beras saya lebih enak dan pulen,” ujarnya.

Melihat keberhasilan di sektor pertanian tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku gembira. Dia berharap hal itu dapat diterapkan pada kelompok tani di Banyuwangi.

Baca Juga: Pertanian Kota Malang Mulai Menyempit, Banyak Petani Jual Lahan

“Ini contoh penerapan konsep pertanian yang berkelanjutan. Konsep pertanian terintegrasi seperti ini terbukti menguntungkan karena semua proses bertaninya saling berkaitan, antara tanaman pangan maupun peternakannya. Kalau bisa ilmunya ditularkan ke petani sekitar,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, konsep pertanian terpadu ini lebih ramah lingkungan serta mampu menekan biaya produksi petani. Untuk itu, pemkab terus mendorong pertanian terpadu ini.

Selain itu, Pemkab juga telah rutin memberikan bantuan pupuk organik cair (POC). Hingga saat ini, bantuan POC yang telah disalurkan pemkab sebanyak 466.636 liter atau setara 83.524 hektar. bny-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU