Inflasi Tahunan Kabupaten Sumenep 3,24 Persen, Tertinggi di Jatim

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 05 Jul 2024 10:23 WIB

Inflasi Tahunan Kabupaten Sumenep 3,24 Persen, Tertinggi di Jatim

i

Ilustrasi. Penjual bahan pokok (bapok) di Pasar Tradisional Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. SP/ SMP

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Inflasi year on year (y-on-y) per Juni 2024 di Kabupaten Sumenep tercatat tertinggi di 8 kota indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur (Jatim), yakni sebesar 3,24 persen. Penyumbang utama inflasi tersebut ada di kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,44 persen.

Sedangkan, komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Daging Sapi dengan andil masing-masing sebesar 0,61 persen; 0,16 persen; dan 0,10 persen.

Baca Juga: Per 9 Juli Tarif Tol Surabaya-Mojokerto Naik Sesuaikan Inflasi

Lalu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya memberi andil 0,95 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan, dan Tissu dengan andil masing-masing sebesar 0,64 persen; dan 0,10 persen.

“Inflasi y-on-y ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks semua kelompok pengeluaran,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, Jumat (05/07/2024).

Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemkab Salurkan Bantuan Pangan Beras di Desa Kludan Sidoarjo

Sedangkan untuk inflasi y-on-y terendah di Jawa Timur terjadi di Kota Kediri sebesar 1,72 persen. Untuk Provinsi Jawa Timur inflasi y-on-y sebesar 2,21 persen.

Sementara itu, Kabupaten Sumenep justru mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Penyumbang utama deflasi Juni 2024 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34 persen.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Stabil di Tengah Inflasi, APBN Regional Jawa Timur Surplus Rp49,44 Triliun

“Komoditas penyumbang utama deflasi lainnya yakni kelompok tomat, bawang merah dan ketimun dengan andil deflasinya masing-masing sebesar 0,13 persen; 0,11 persen dan 0,05 persen,” terang Joko. smp-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU