Masuki Musim Kemarau, Petani di Bojonegoro Mulai Tanam Tembakau

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 08 Jul 2024 14:38 WIB

Masuki Musim Kemarau, Petani di Bojonegoro Mulai Tanam Tembakau

i

Ilustrasi. Petani tembakau sedang merawat tanamannya memasuki musim kemarau. SP/ BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Para petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menanam bibit tembakau memasuki musim kemarau sejak bulan lalu. Sebab cuaca panas di awal kemarau ini, cukup mendukung untuk mulai tanam tembakau. 

“Karena saat ini sudah masuk bulan tanam tembakau, sehingga setelah petani panen padi, lahan mereka langsung ditanami tembakau,” jelas Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Imam Nurhamid, Senin (08/07/2024).

Baca Juga: Pemkab Salurkan Ribuan Pupuk ZA ke Petani Tembakau Lumajang

Namun, mereka berharap musim hujan masih ada karena awal tanam membutuhkan air untuk mengairi tanaman tembakaunya.

“Harapannya masih ada turun hujan yang tidak sampai menggenangi tanaman tembakau, yang pasti cukup untuk pasokan air terutama saat baru tanam,” kata Imam.

Namun, DKPP Bojonegoro masih belum merekap luasan tanaman tembakau tahun ini. Sebab, para petani baru proses menanam bibit tembakau.

“Ada yang masih proses dan sudah tanam, misalnya di Kecamatan Sumberrejo dan Kedungadem,” katanya.

Salah satu petani tembakau di Kecamatan Sumberrejo, Rondhi mengatakan, pada musim awal tanam tembakau ini, juga memerlukan pasokan air terutama saat baru tanam.

Baca Juga: Diserang Wabah Ker-ker, Petani Tembakau di Probolinggo Takut Merugi

“Sebab, harus disiram dua kali dalam sehari. Setelah usia tembakau mencapai seminggu, cukup disiram satu kali dalam sehari,” tandasnya.

Sementara itu, diketahui pada 2023 lalu, luas areal tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro cukup luas sekitar 11.898 hektar yang mencakup 22 kecamatan. Terluas area tanaman tembakau di Kecamatan Kepohbaru 4.027 hektare dan diurutan kedua Kecamatan Kedungadem seluas 1.740 hektar.

“Areal tersebut setiap tahun ditanami tembakau,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai melakukan langkah antisipatif. Salah satunya penanganan kekeringan pemilik lahan pertanian. 

Baca Juga: Dinas Pertanian Probolinggo Lakukan Pemantauan Langsung di Lokasi

Untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Pemkab Bojonegoro pada tahun 2024 ini membangun 5 embung baru dan menormalisasi 19 embung.

Dari total 24 embung yang akan dibangun dan normalisasi itu, dengan rincian empat embung sudah selesai dibangun, dua embung selesai normalisasi, dan tiga embung sedang dalam proses normalisasi.

PU SDA telah membangun 530 embung tersebar di 28 Kecamatan Bojonegoro. “Untuk embung yang sudah di inventarisasi ada 222 titik,” pungkasnya. bjn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU