Kemenperin Perkuat Sektor TPT Furniture

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sektor tekstil dan produk teksil (TPT) serta furnitur melalui penyaluran sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, mengingat kedua sektor ini merupakan bagian dari sektor andalan yang menjadi prioritas pembangunan industri nasional.

"Kementerian Perindustrian menaruh perhatian besar pada sektor industri TPT dan industri furnitur karena merupakan bagian dari sektor andalan yang menjadi prioritas pembangunan industri nasional, dan berkontribusi besar kepada penggerak perekonomian, serta perannya yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (15/7).

Menperin mengatakan, melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), pihaknya telah menyediakan tenaga kerja kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan vokasi yang terhubung (link and match) dengan industri. Seperti halnya Diklat 3 in 1 sektor industri garmen, furnitur, dan produk kulit.

Sementara itu, Kepala BPSDMI Masrokhan mengatakan, belakangan ini pihaknya telah menggelar pelatihan kepada 200 orang pekerja di sektor TPT dan furnitur yang di gelar di Yogyakarta. 

Menurut dia, apabila dirinci dari pelatihan tersebut, sebanyak 150 orang mengikuti pelatihan di sektor TPT yang nantinya 50 orang langsung ditempatkan bekerja di PT. Mataram Tunggal Garment di Kabupaten Sleman, 50 orang ditempatkan di PT. Anggun Kreasi Garmen di Kabupaten Bantul, serta 50 peserta lainnya mengikuti pelatihan jahit produk kulit yang berlangsung selama 15 hari yang menjalin kerja sama dengan Ikatek, Asosiasi Sarung Tangan Kulit (Astaku) dan PT. BMB di Bantul.

Sementara itu, 50 orang yang tersisa mengikuti diklat 3 in 1 di sektor furnitur dengan program pelatihan konstruksi furnitur selama sembilan hari yang bekerja sama dengan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), serta Bongo Art.

"Melalui hasil diklat ini akan menjadi pendorong peningkatan produktivitas dan kinerja dari industrinya,” kata dia. 

Berita Terbaru

Kembalikan Fungsi Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak PKL di Jalan Gembong Tebasan

Kembalikan Fungsi Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak PKL di Jalan Gembong Tebasan

Rabu, 10 Jun 2026 17:58 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di…

Menteri UMKM Akui Sektor UMKM Terpukul

Menteri UMKM Akui Sektor UMKM Terpukul

Rabu, 10 Jun 2026 17:55 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengakui gejolak kurs belakangan ini memukul sektor UMKM, terutama…

Mendag Mikir Harga Ayam Broiler

Mendag Mikir Harga Ayam Broiler

Rabu, 10 Jun 2026 17:53 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Rabu, 10 Jun 2026 17:52 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski…

Prabowo, Janji Obat Murah

Prabowo, Janji Obat Murah

Rabu, 10 Jun 2026 17:50 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah sedang berusaha keras untuk menyediakan obat-obatan yang murah kepada masyarakat.…

BI Minta Perbankan Salurkan Kredit ke Sektor Pangan

BI Minta Perbankan Salurkan Kredit ke Sektor Pangan

Rabu, 10 Jun 2026 17:47 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bank Indonesia (BI) menyiapkan insentif kepada perbankan yang aktif menyalurkan kredit di sektor tersebut. (BI) mewajibkan…