SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan asal Jepang, Honda baru saja memperkenalkan sistem penggerak sel bahan bakar hidrogen terbaru yang dikembangkan secara mandiri untuk kendaraan masa depannya, Kamis (06/03/2025).
Diketahui, teknologi tersebut dinamakan sebagai “Honda Next Generation Fuel Cell Module”, yang diklaim menawarkan lebih banyak tenaga, durabilitas, dan lebih murah dibandingkan versi sebelumnya. Yakni memiliki keluaran tenaga sebesar 150 kW.
Dengan demikian, ini dapat memberikan keluaran tenaga hampir dua kali lipat dibandingkan dengan unit penggerak FCX yang telah dikembangkan bersama General Motors (GM) sebesar 78 kW.
Tegangan keluaran modul generasi baru ini ditingkatkan ke kisaran lebih tinggi dengan menghasilkan antara 450-850V, atau berpotensi melebihi apa yang dimiliki oleh kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) yang hanya menghasilkan 800V.
Sebagai gambaran, unit pendahulunya hanya mampu mengeluarkan tegangan keluaran antara 275-600V saja.Tidak hanya itu, tingkat net efisiensi juga ditingkatkan dari 56,8 persen menjadi 59,8 persen. Sementara itu, volume kapasitas dari unit ini juga dikurangi dari 557 liter menjadi 300 liter.
Pengurangan ukuran, ditambah dengan peningkatan daya, menyebabkan peningkatan kepadatan daya volumetrik yang signifikan dari 0,14 kW/liter menjadi 0,50 kW/liter dengan bobot modul sel bahan bakar naik dari 206 kg menjadi 250 kg.
Dibandingkan dengan modul yang dipasang pada Honda Clarity, unit terbaru tersebut dikatakan menghabiskan seperlima biaya produksi, sementara daya tahannya telah meningkat lebih dari 66 persen dibandingkan kendaraan FCEV pertama dari Honda tersebut.
Pabrikan berlogo ‘H’ tegak ini mengatakan modul sel bahan bakar terbaru tersebut baru akan diproduksi secara massal pada tahun 2027. Namun, Honda belum mengungkapkan informasi lebih lanjut mengenai sistem satu ini. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu