SURABAYAPAGI.com, Magetan - Masa panen raya, para petani padi di Magetan, Jawa Timur justru mengeluh lantaran harga jual gabah tidak sesuai harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah. Yakni hanya dihargai Rp 6.200 per kilogram (Kg) oleh para tengkulak.
Keluh kesah tersebut turut dirasakan Sumberiati (53), petani asal Dusun Becok Kartoharjo Magetan yang melihat harga jual gabah turun dan anjlok bebas hingga membuat banyak petani merugi.
"Bingung harga tidak sesuai yang disampaikan pemerintah. Hanya ditawar Rp 6.200 apa Rp 6.300 gitu oleh tengkulak. Gimana ini pak presiden," ujar Sumberiati, Kamis (20/03/2025).
Bahkan, dirinya bingung dengan ulah para tengkulak yang seolah mempermainkan petani. Pihaknya berharap agar gabahnya dihargai sesuai HPP pemerintah. Dirinya pun berharap harga gabah bisa sesuai dengan HPP dan tidak diturunkan.
"Harapannya harga jangan diturunkan ya. Stabil gitu loh. Hasil panen dengan mesin kombinasi jadi bersih," jelasnya lagi.
Sementara itu Manto (50) warga Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo mengaku bimbang dengan situasi harga gabah. Dirinya mengaku dilema jika tidak menjual gabah hasil panen namun sedang butuh uang untuk keperluan lebaran.
"Gimana ini saya wira wiri bawa karung sambil antri untuk di kombi sawa saya tapi kok harga tengkulak ngawur. Ada yang Rp 6.200 asa yang Rp 6.300 per kg. Terus gimana," ungkap Manto.
"Gimana bingung kalau gak dikasih saat ini butuh uang mau lebaran. Mohon pak presiden pak menteri perhatikan nasib petani. Tolong di tindak tengkulak atau Bulog yang natal," imbuhnya.
Sebagai informasi, diketahui bahwa harga gabah petani yang jika sesuai HPP pemerintah yakni paling rendah Rp 6.500. Namun di lingkup Magetan, Jawa Timur, harga jual gabah dari petani tersebut justru lebih rendah hingga membuat delima dan gelisah. mg-01/dsy
Editor : Desy Ayu