Prabowo, Simbol Moral dari Sebuah Rekonsiliasi Besar
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat akhirnya terwujud. PDIP mengatakan pertemuan itu dalam rangka silaturahmi Idulfitri 1446 Hijriah. Kedatangan Prabowo ke kediaman Megawati Senin (7/4) mendadak.
"Kedatangan Presiden Prabowo tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi Idulfitri 1446 Hijriah," kata Politisi PDIP Guntur Romli dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (9/4/2025).
Pertemuan penting tersebut berlangsung di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Jokowi, dari Solo, menyambut baik. Ia kaget, sebab sebelum lebaran, ayah Gibran itu ragu para mantan presiden bisa bertemu saat Idul Fitri.
Guntur mengungkap Megawati mendapat kiriman parsel Lebaran dari Prabowo yang isinya sayur mayur kesukaan Megawati, termasuk tomat. Megawati, disebut Guntur, menyukai tomat parsel dari Prabowo dan ingin mendapatkan bibit tomat itu untuk ditanam.
"Ibu Megawati juga mendapatkan kiriman parsel lebaran dari Pak Prabowo yang berisi sayur mayur kesukaan Ibu Megawati. Ibu Megawati menyukai buah tomat berukuran besar sebagai salah satu jenis sayuran dalam parsel lebarannya itu," ujar Guntur.
"Bahkan Ibu Megawati ingin mendapatkan bibit pohon tomatnya untuk beliau tanam sendiri," sambungnya.
Megawati dan Prabowo juga membahas perang dagang Amerika Serikat hingga perang di Timur Tenga. Tak hanya itu, kedua tokoh itu juga membahas hal-hal yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
Bahas Kepentingan Nasib Rakyat
"Sebagai dua orang tokoh bangsa, pembicaraan lain antara dua orang yang juga sama-sama memimpin partai politik besar di Indonesia tersebut, tentu juga membahas masalah-masalah strategis nasional terutama hal-hal yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan rakyat dalam bingkai negara hukum Pancasila," ujar Guntur.
Lebih lanjut, Guntur mengatakan dalam pertemuan itu baik Prabowo dan Megawati sama-sama komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi. Termasuk, katanya, yang menyangkut kepentingan nasional dan internasional yang berdampak kepada nasib rakyat.
"Presiden Prabowo dan Ibu Megawati berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi, terutama jika menyangkut kepentingan-kepentingan strategis nasional dan internasional yang akan berdampak kepada nasib rakyat dan masa depan bangsa serta negara Indonesia," kata Guntur.
Guntur menerangkan pertemuan empat mata itu membahas berbagai hal termasuk yang bersifat pribadi. Dia menyebut kedua tokoh bangsa itu sudah bersahabat baik sejak lama hingga sampai saat ini.
"Dalam pertemuan hanya empat mata tersebut, Ibu Megawati dan Pak Prabowo banyak membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi sebagai dua orang tokoh bangsa yang sudah bersahabat baik sejak dahulu hingga saat ini," ujar Guntur.
"Ibu Megawati dan Presiden Prabowo melangsungkan pembicaraan empat mata selama sekitar 1,5 jam," sambungnya.
Guntur mengatakan kedatangan Prabowo ke kediaman Megawati mendadak. Kendati demikian, kata Guntur, pertemuan itu sejatinya sudah direncanakan sejak lama dan baru terwujud Senin Senin (7/4) malam.
"Meski kedatangan Presiden Prabowo ke kediaman Ibu Megawati bersifat mendadak, namun antara Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sebenarnya sudah merencanakan pertemuan sejak lama. Namun karena kesibukan beliau berdua baru kali ini pertemuan tersebut dapat terlaksana," ujar Guntur.
Guntur menyebutkan Megawati di berbagai kesempatan sering mengatakan tidak ada hambatan untuk terus komunikasi dengan Prabowo. Meskipun, kata Guntur, posisi Megawati saat ini berada di luar pemerintahan.
"Ibu Megawati dalam banyak kesempatan sering mengatakan, beliau merasa tidak punya hambatan untuk terus melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan Presiden Prabowo meski posisi politik PDI Perjuangan saat ini masih berada di luar pemerintahan," tuturnya.
Diawali Pertemuan Sekjen Gerindra
Ketua MPR Sekaligus Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, kata Guntur, sebelumnya telah bersilaturahmi ke kediaman Megawati pada 25 Desember 2024 lalu. Pada pertemuan itulah, lanjut Guntur, disepakati rencana pertemuan antara Megawati dengan Prabowo.
Politisi PDIP yang juga mantan kader PSI, Guntur Romli, menjawab PSI yang mendorong agar Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Guntur Romli meminta PSI tidak mengada-ada soal itu.
Guntur Romli awalnya mempertanyakan motif PSI mendorong Megawati bertemu SBY dan Jokowi. Dia lantas menyinggung kader PSI Ade Armando yang sering menyerang Megawati.
"Apa motif PSI tiba-tiba mau mendorong pertemuan Ibu Megawati dengan Pak SBY dengan Jokowi, padahal kader PSI seperti Ade Armando sering menyerang dan memfitnah Ibu Megawati," kata Guntur Romli saat dihubungi, Rabu (9/4/2025).
Guntur menyampaikan Megawati tak pernah menutup diri untuk bertemu siapapun, seperti kunjungan Prabowo. Dia bahkan menyebut putra-putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Eddhie Baskoro atau Ibas, juga sering mengunjungi Megawati.
"Terkait pertemuan, Ibu Megawati tidak pernah menutup diri unt dikunjungi oleh siapapun, apalagi dalam momen Lebaran, seperti kunjungan Pak Prabowo yg dimaknai sebagai kunjungan sahabat dekat yang sesuai tatakrama ketimuran, yang muda mengunjungi yang lebih tua, makanya kunjungan itu tertutup karena silaturahim personal persahabatan," ucapnya.
Yang Aneh Justru Jokowi
"Putra-putra Pak SBY juga sering berkunjung ke Ibu Megawati, seperti Mas AHY dan Mas Ibas dan keluarganya. Semua diterima dengan baik oleh Ibu Megawati dan keluarga beliau," lanjutnya.
Guntur menilai yang aneh justru Jokowi yang tidak pernah lagi mengunjungi Megawati. Dia mengibaratkan Jokowi 'habis manis sepah dibuang'.
"Yang aneh itu Jokowi dan keluarganya, kalau dulu sering berkunjung mungkin, segala cara dipakai untuk mengambil hati Ibu Megawati, karena ada kepentingan dukungan dan kekuasaan, tapi ibarat habis manis sepah dibuang, atau air susu dibalas air tuba, tidak seperti Pak Prabowo dan keluarganya meski ada perbedaan politik dengan PDI Perjuangan tapi tetap hangat dan dekat dengan Ibu Megawati," tuturnya.
Atas dasar itu juga, Guntur meminta PSI tidak mengada-ada soal Megawati bertemu Jokowi. "Kami juga tidak berharap dikunjungi Jokowi dan keluarganya, hanya saja jangan mengada-ada mendorong pertemuan, tapi di sisi lain melakukan pengkhianatan dan kekasaran yang nyata," imbuh dia.
Pertemuan Sejukkan Rakyat
Ketua Umum Prabowo Mania, Immanuel Ebenezer (Noel) menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyejukkan rakyat. Dia menilai Prabowo merupakan simbol rekonsiliasi besar.
"Bagus lah pertemuan itu sejuk, kan itu yang diharapkan rakyat. Agar para tokoh-tokoh ini saling silaturahmi, dan itu yang emang diinginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo ini kan sebetulnya simbol ya, simbol moral dari sebuah rekonsiliasi besar," kata Noel saat dihubungi, Selasa malam (8/4/2025).
Menurut Noel pertemuan itu juga membawa dampak positif. Hal positif itu, kata Noel, bisa berdampak bagi bangsa, rakyat dan demokrasi.
"Ada hal positif dari pertemuan itu. Pertama untuk bangsa ini, kedua untuk rakyat ini, ketiga ya buat demokrasi," ujarnya.
Noel mengatakan Prabowo merupakan pemimpin yang tidak sungkan menemui siapapun. Dia memuji Prabowo sosok yang rendah hati.
"Pak Prabowo karakternya pemimpin yang tidak pernah sungkan untuk menemui siapa-siapa orangnya. Pak Prabowo tuh karakternya pemimpin yang rendah hati, nggak usah pakai portal-portal," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengkonfirmasi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dasco yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan pertemuan itu dalam rangka silaturahmi Hari Raya Idul Fitri.
"Antara Pak Prabowo dan Bu Megawati di kediaman Bu Megawati di Teuku Umar pertemuan silaturahmi dalam rangka hari raya Idul Fitri," kata Dasco di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Dasco mengatakan pertemuan kedua tokoh itu berlangsung lumayan lama. Pertemuan berlangsung dengan hangat dan penuh keakraban.
"Antara Pak Prabowo dan Ibu Mega memang hubungan selama ini baik-baik saja dan bersahabat, sehingga ya pertemuan semalam itu adalah pertemuan kekeluargaan, keakraban, dan hangat sehingga tak terasa waktu berjalan lumayan lama semalam dan banyak dibahas oleh kedua tokoh ini," ujarnya.
Namun Dasco tidak mengetahui apa saja yang dibahas Prabowo dan Megawati. Ia meyakini pertemuan itu membahas masa depan Indonesia.
"Saya nggak tau persis, tapi yang pasti membicarakan bagaimana masa depan Indonesia dan bagaimana kebersamaan membangun Indonesia ke depan," ujarnya.
Turut hadir menemani dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR sekaligus Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy, Kepala BPPIK Aries Marsudianto, Menko Polkam Budi Gunawan.
Pertemuan yang Sangat Baik
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik pertemuan itu.
"Ya, tadi kan saya sampaikan bahwa silaturahmi masih dalam suasana Lebaran. Itu antar tokoh, antarpemimpin, antartokoh bangsa itu sangat baik," kata Jokowi dilansir detikJateng, Selasa (8/4/2025).
Jokowi menyebut pertemuan antara dua tokoh itu sangat baik. Apalagi untuk kebaikan negara.
"Jadi, pertemuan Pak Prabowo dengan Ibu Megawati sangat baik. Untuk kebaikan negara sangat baik," ucapnya.
Ditanya mengenai peluang pertemuan presiden-presiden terdahulu yang pernah ia ragukan, Jokowi tidak menjawab dengan lugas. Menurutnya, apabila mantan presiden bertemu akan lebih baik.
"Ya, kalau bisa berkumpul itu akan jauh lebih baik dibanding kalau tidak berkumpul," pungkasnya. n dc/erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham