Kasih Karunia

Hakim Tidak Adil

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (Lukas 18:1-8)

18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.

18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,

18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Perumpamaan ini juga dikenal sebagai perumpamaan tentang wanita yang gigih. Perumpamaan ini merupakan rekan dari perumpamaan tentang sahabat di tengah malam (Lukas 11:5-8).

Lukas menghadirkan dua perumpamaan ini sebagai cerita yang mirip: yang satu mengenai seorang laki-laki, dan perumpamaan yang lain tentang seorang wanita. (Perumpamaan ini hanya terdapat di dalam Injil Lukas.)

Meskipun isi dari perumpamaan ini sepertinya lepas dari konteks, namun bagian akhir, yang menyatakan: "Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (18:8), menghubungkan perumpamaan ini dengan pengajaran eskatologis dari pasal sebelumnya. Tambahan pula, subjek tentang doa muncul di dalam perumpamaan berikutnya, yaitu tentang orang Farisi dengan pemungut cukai (Lukas 18:9-14).

Hanya dua orang yang menjadi peran utama dalam perumpamaan ini: janda dan hakim. Orang yang menjadi lawan dari janda itu hanya disebutkan saja. Perumpamaan yang senada yaitu tentang sahabat di tengah malam juga menunjukkan dua karakter utama, tuan rumah dan tetangganya, sementara orang yang melakukan perjalanan hanya disebutkan secara sepintas.

Sepertinya janda-janda di Israel mengalami banyak kesulitan; banyaknya hukum yang melindungi mereka, menunjukkan bahwa penderitaan dan penindasan menjadi bagian mereka. Allah sendiri membela perkara janda (Ulangan 10:18) dan mengutuk orang yang bersikap tidak adil terhadap dia (Ulangan 27:19). Seorang janda menggantikan almarhum suaminya dan di pengadilan, ia dianggap sama dengan seorang laki-laki: "Mengenai nazar seorang janda atau seorang perempuan yang diceraikan, segala apa yang mengikat dirinya akan tetap berlaku baginya" (Bilangan 30:9). Setiap orang yang ingin mencabut hak-hak dari seorang janda harus berhadapan dengan Allah, yaitu Pelindung dari para janda (Mazmur 68:5).

Meskipun demikian, para janda tetap diperlakukan tidak sebagaimana mestinya. Nabi Yesaya mengeluh bahwa penguasa-penguasa negeri adalah para pemberontak dan pencuri. "Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka" (Yesaya 1:23).

Maleakhi menyatakan bahwa Allah akan segera menjadi saksi melawan mereka yang menindas janda-janda dan anak-anak yatim (Maleakhi 3:5).

Yesus menceritakan kepada murid-murid-Nya tentang seorang janda di suatu kota yang berhadapan dengan seseorang yang melawan dia dan tidak ada seorang pun yang mendukungnya kecuali seorang hakim yang tidak adil . Musuhnya pun tidak muncul di pengadilan, yang menunjukkan bahwa masalah ini adalah masalah uang. Dia tidak mampu membayar jasa seorang pengacara. Karena itu dia langsung pergi kepada hakim dan mengharapkan hakim tersebut menjadi pengacara, sekaligus menjadi hakimnya.

Janda tersebut pergi ke seorang hakim dunia yang mempunyai reputasi yang tidak baik daripada pergi ke pengadilan masyarakat. Hakim itu sama sekali tidak mempunyai prinsip-prinsip agama dan kebal terhadap pendapat umum. Dia sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatakan Allah dan manusia. Kepada hakim yang demikianlah janda ini mengadu. Rincian dari cerita ini kurang sekali, misalnya kita tidak diberitahu berapa umur janda tersebut. Apakah dia kaya atau miskin, dan bagaimana dia pergi ke seorang hakim yang "tidak takut akan Allah dan tidak menghormati manusia."

Sebagai seorang janda, dia merupakan gambaran dari sifat yang mudah diserang. Satu-satunya jalan baginya adalah membawa kasusnya kepada hakim itu dengan permohonan, "Belalah hakku terhadap lawanku." Frasa "belalah hakku" merupakan bahasa hukum dan benar-benar berarti "terimalah perkaraku," atau "bantulah aku untuk mendapatkan keadilan" Maria Sari

Berita Terbaru

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Keduanya Berasal dari 8 Tersangka Kasus yang Dilaporkan oleh Jokowi       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Delapan aktivis yang mempersoalkan keaslian ijasah Jo…

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto,  menyentil orang yang bicara di media sosial menganalisis terjadi perpecahan di lingkungannya. Prabowo …

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Cepy Lukman Rusdiana, Mantan Plt Kasubdit Fasilitasi Sarana, Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama pada…

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Pansus Angket Haji DPR Temukan Sembilan Masalah Penyelenggaraan Haji 2024       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq me…

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tindak lanjut dari aduan Paguyuban Warga Apartemen Bale Hinggil, Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar rapat , Selasa (13/1).…

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Tiket Jakarta - Aceh Termurah Rp 2,2 juta, Tiket Jakarta - KL Termurah Rp 789 Ribu     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful H…