SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Aksi mengejutkan dilakukan oleh seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bernama Achmad Hidayat di depan Kantor DPC PDIP Surabaya pada Jumat (18/7/2025). Pria tersebut nyaris membakar dirinya sendiri menggunakan cairan spirtus sebelum akhirnya digagalkan oleh kader partai yang berada di lokasi.
Peristiwa itu bermula saat Achmad tiba di lokasi dengan mengendarai mobil Avanza hitam. Ia membawa sebilah keris dan Sepirtus yang mudah terbakar. Kedatangannya langsung menarik perhatian setelah berteriak-teriak lantang menyebut nama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
“De’e wedi dunyoe ilang. Kene nggae nyowo, enggak ngara wani de’e. Ojok nunggangi partai gae kepentingan dewe,” teriak Achmad penuh emosi di halaman kantor partai berlambang banteng tersebut.
Tindakan nekat Achmad sontak membuat sejumlah anggota Satgas PDIP dan PAC yang berada di lokasi segera bertindak cepat. Mereka mengamankan pria tersebut sebelum sempat menyiramkan cairan ke tubuhnya.
Meski telah diamankan, Achmad tetap meluapkan emosinya. Ia terus menyuarakan kritik keras terhadap Armuji dan mengajak kader lainnya agar tidak gentar menghadapi pengaruh kekuasaan di internal partai.
Usai insiden tersebut, Achmad dibawa ke Mapolsek Wonokromo untuk dimintai keterangan. Kepolisian pun memastikan bahwa situasi telah terkendali dan yang bersangkutan telah dipulangkan ke rumah.
“Benar, kami kemarin mengamankan pria yang mencoba membakar dirinya beserta barang buktinya. Kami kemudian tenangkan di mapolsek,” jelas Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Mochamad Zahari, melalui keterangan tertulis pada Minggu (20/7).
Zahari menambahkan, setelah kondisi Achmad stabil, pihaknya memanggil orang tua yang bersangkutan untuk menjemput dan menandatangani surat pernyataan.
“Setelah dijemput orangtuanya dan membuat surat pernyataan, kami persilakan pulang. Jadi di mapolsek kemarin tidak terlalu lama,” imbuhnya.
Video aksi dramatis ini sempat tersebar di berbagai platform media sosial dan grup perpesanan, memantik respons beragam dari publik. Meski demikian, pihak kepolisian menilai insiden tersebut sebagai bentuk luapan emosi pribadi, bukan bagian dari agenda politik partai secara kelembagaan. Ad
Editor : Moch Ilham