Autokritik untuk Kukuhkan Megawati Ketum PDIP Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kabar Kongres PDIP digelar Jumat hari ini untuk mengukuhkan Megawati sebagai Ketum PDIP, santer dibicarakan peserta Bimtek. Tapi ada yang bilang, hanya konsolidasi.

Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster mengungkap PDIP akan menggelar konsolidasi di Bali.

"Konsolidasi partai, sampai tanggal 2 (Agustus)," kata Koster saat ditemui di kantor DPD PDIP Bali, Kamis (31/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menjawab kabar pelaksanaan Kongres PDIP pada 1 Agustus 2025. Dia menegaskan agenda konsolidasi partai akan dihadiri pengurus daerah PDIP dari seluruh Indonesia. Agenda itu akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung.

"(Lanjut kongres) Nggak ada. Konsolidasi partai saja, supaya partai ini solid," kata Koster.

"Kongresnya nanti, belum sekarang," imbuh Gubernur Bali itu.

Konsolidasi PDIP, bakal dilaksanakan usai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota Fraksi PDIP se-Indonesia  30–31 Juli 2025 di Sanur, Bali, bakal terwujud.

Ini rangkuman koresponden Surabaya Pagi di Bali, dari beberapa kader PDIP yang mengikuti Bimtek Kamis (31/7).

Beberapa kader dari Jakarta, sejak Rabu sore sudah ramai membincangkan pelaksanaan Konggres usai Bimtek."Kita jauh jauh ke Bali dengan biaya , masak hanya Bimtek," kata seorang kader PDIP yang anggota DPRD Jakarta, usai sholat Subuh.

”Insya Allah, setelah bimtek (bimbingan teknis), kita akan ada kabarnya (jadwal kongres),” ujar Puan saat menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan pengarahan dalam pembukaan bimtek di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (30/7/2025).

Mereka mengutip penjelasan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menegaskan, keputusan pelaksanaan kongres masih menunggu arahan pimpinan tertinggi partai. ”Belum tahu, nanti kita tunggu arahan selanjutnya dari DPP Partai,” katanya.

Saat kembali ditanya apakah kongres akan digelar pada 1 Agustus 2025, sehari setelah penutupan bimtek, Puan hanya menjawab, ”Secepatnya, insya Allah.”

Beberapa kader PDIP dari Jakarta, sejak Rabu sore (30/7) sudah ramai membincangkan pelaksanaan Konggres usai Bimtek."Kita jauh jauh ke Bali dengan biaya , masak hanya Bimtek," kata seorang kader PDIP yang anggota DPRD Jakarta, usai sholat Subuh, Kamis (31/7).

”Insya Allah, setelah bimtek (bimbingan teknis), kita akan ada kabarnya (jadwal kongres),” ujar Puan saat menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan pengarahan dalam pembukaan bimtek di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (30/7/2025).

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menilai bahwa kerja politik yang hanya mengandalkan simbol-simbol atau retorika tidak lagi cukup. Ia mengingatkan kader untuk mengedepankan kerja politik di masyarakat secara nyata.

"Kita tidak cukup lagi hanya bermodalkan teriak-teriak: 'Merdeka!', lalu rakyat akan memilih PDI Perjuangan. Kita harus punya kerja politik di setiap tingkatan dan komunitas, dengan cara-cara yang sesuai dengan zaman, lingkungan, dan budaya," tegas Puan  dalam pidato

saat membuka rangkaian bimbingan teknis (bimtek) DPR dan DPRD provinsi/kabupaten/kota Fraksi PDIP di Bali Beach Convention Center, Denpasar, Rabu (30/7/2025).

Puan mengingatkan seluruh kader untuk berani melakukan autokritik ke dalam sebelum mengkritik pihak luar.

 

 

***

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah yang baku adalah autokritik, bukan "otokritik". Autokritik berarti kecaman atau penilaian terhadap diri sendiri, termasuk mempertimbangkan baik buruknya hasil karya atau pendapat diri sendiri. KBBI mendefinisikan autokritik sebagai kemampuan untuk mengkritik diri sendiri, yang merupakan salah satu hal tersulit yang bisa dilakukan seseorang.

Jadi oengertian autokritik adalah sebuah kritik yang akan diberikan ke diri sendiri guna untuk melakukan perbaikan dalam kehidupan individu tersebut. Mudahkah?

Artinya dengan memiliki sikap autokritik juga akan melakukan penjagaan dari agar potensi positif yang hadir. Contohnya: Melakukan taubat, Melakukan koreksi diri dan Melakukan perbaikan kesalahan.

Jadi mana yang lebih mudah dilakukan? Memberi kritik kepada seseorang atau menerima kritik dari orang lain? Sejujurnya, lebih mudah bagi kita untuk mencari kesalahan seseorang lalu mengkritiknya. Sebaliknya kita sangat tersinggung dan marah saat seseorang mengkritik diri kita. Sebab itu, orang yang mampu melakukan “autokritik” (kritik atas diri sendiri) adalah seorang yang memiliki kebesaran jiwa. Masya Allah.

Salah satu hal terberat yang dilakukan manusia  adalah kemampuan untuk mengkritik sendiri.

Artinya, siapa pun, mampu melihat kelemahan dan kekurangan diri dan mampu pula untuk dibenahi sebagai bahan perbaikan ke depan ke arah yang lebih baik lagi.

Pertanyaannya, beranikah kita melakukan otokritik untuk kita sendiri? Saya berani tapi kekurangannya tak saya ungkap di publik. Maksud saya, agar kredibiltas kita tetap terjaga dan terawat dengan baik di ranah publik, terutama sebagai komunikator yang dipercaya, jujur dan berintegritas.

 

***

 

Hasil rekapitulasi suara Pemilu 2024 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum menunjukkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P sebagai partai politik peraih suara terbanyak. Ambisi ”banteng” menggapai kemenangan hattrick dalam pemilihan anggota legislatif pun tercapai. Tak hanya itu, kursi ketua DPR berpeluang direbut jika kelak hasil konversi suara PDI-P ke kursi DPR. Maklum, partai itu memperoleh kursi terbanyak di lembaga legislatif itu.

PDI-P memperoleh suara terbanyak berdasarkan hasil rekapitulasi suara pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (20/3/2024) malam. Partai ini memperoleh suara hingga 25,3 juta atau 16,72 persen. Suara partai itu berselisih sekitar 2 juta suara dengan Partai Golkar di kedua. Dan di urutan ketiga Partai Gerindra dengan raihan suara 20 juta suara.

Lalu, PDI Perjuangan (PDIP) disebut “akan mati-matian” mempertahankan sejumlah wilayah yang menjadi 'kandang banteng' dalam putaran Pilkada 2024, khususnya di Jawa Tengah (Jateng), Sumatra Utara (Sumut), dan Bali.

Istilah ‘kandang banteng’ merujuk pada wilayah basis pendukung PDIP, seperti di Jawa Tengah, Bali, dan Sumatra Utara.

Kekalahan PDIP pada Pilpres 2024 dan perolehan suara yang menyusut, ada yang mengkaitkan  dengan perselisihan partai banteng dengan presiden Indonesia ketujuh, Joko Widodo (Jokowi).

Aroma cawe-cawe Jokowi juga santer tercium di Pilgub Sumut yang melibatkan menantunya, Bobby Nasution, dan aksi simbolik dukungannya pada rekan lama, Ahmad Luthfi yang menjadi cagub Jateng. Bali juga tak luput "akan dihabisi."

Hal yang saya tahu, PDIP sering menggunakan jargon untuk menyampaikan pesan-pesan politik yang mudah diingat. Jargon juga membantu membangun citra partai dan membedakan diri dari partai lain.

Beberapa jargon yang pernah digunakan PDIP adalah "Indonesia Maju". Ini  sering dikaitkan dengan pemerintahan Jokowi (yang didukung PDIP) dan jargon "Kerja, Kerja, Kerja" yang menekankan pentingnya kerja keras dalam membangun negara. Selain pekik Merdeka!

Autokritik untuk PDI-P yang perlu ditanyakan kepada Puan Maharani. Apakah kaderisasi di PDIP telah berjalan dengan baik? Apakah ada regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan? ([email protected])

Berita Terbaru

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…