Iran Eksekusi Mati Warga yang Dituduh Jadi Mata-Mata Mossad

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Shahbazi dijatuhi hukuman gantung karena dianggap menjual informasi sensitif kepada Mossad. irn-01/gfr
Shahbazi dijatuhi hukuman gantung karena dianggap menjual informasi sensitif kepada Mossad. irn-01/gfr

i

SURABAYAPAGI.com, Iran - Otoritas Iran mengeksekusi seorang pria bernama Babak Shahbazi pada Rabu (17/9) setelah divonis bersalah menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad.

Menurut laporan kantor berita resmi IRAN, Shahbazi dijatuhi hukuman gantung karena dianggap menjual informasi sensitif kepada Mossad. Ia dituding menawarkan data terkait sejumlah pejabat tinggi Iran kepada agen Mossad bernama Esmaeil Fikri, yang sebelumnya telah dieksekusi pada Juni lalu.

Shahbazi diketahui berprofesi di bidang desain dan pemasangan sistem pendingin industri. Pekerjaannya banyak bersinggungan dengan perusahaan yang memiliki kaitan dengan sektor telekomunikasi, pertahanan, dan keamanan Iran.

Eksekusi ini berlangsung di tengah ketegangan pasca konflik antara Iran dan Israel. Pada 13 Juni lalu, Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran yang menewaskan lebih dari seribu orang, termasuk ilmuwan nuklir serta pejabat militer senior. Di pihak Israel, tercatat 29 korban jiwa.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, pemerintah Iran gencar memburu pihak-pihak yang dicurigai bekerja sama dengan Mossad. Pada Agustus lalu, seorang pria bernama Roozbeh Vadi, pegawai di perusahaan afiliasi Organisasi Energi Atom Iran (IAEA), juga dieksekusi setelah terbukti membocorkan informasi terkait fasilitas nuklir dan ilmuwan Iran.

Sementara itu, pada akhir Juli, badan intelijen Iran mengumumkan telah menangkap sedikitnya 20 orang yang disebut sebagai agen Mossad maupun pihak-pihak yang membantu operasi intelijen Israel di Teheran dan sejumlah provinsi lain. irn-01/gfr

Berita Terbaru

Bank Jatim Tutup Tahun 2025 dengan Kinerja Solid dan Laba Meningkat

Bank Jatim Tutup Tahun 2025 dengan Kinerja Solid dan Laba Meningkat

Senin, 30 Mar 2026 23:26 WIB

Senin, 30 Mar 2026 23:26 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) berhasil melewati tahun 2025…

Menteri PU Melongo, Ada Praktik Deep State di Kementeriannya yang Rugikan Rp 1 Triliun

Menteri PU Melongo, Ada Praktik Deep State di Kementeriannya yang Rugikan Rp 1 Triliun

Senin, 30 Mar 2026 19:51 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:51 WIB

LHP BPK Temukan Dugaan Kerugian Negara Rp1 Triliun. Dua Dirjen yaitu Direktur Jenderal (Dirjen) Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan Dirjen Cipta Karya telah…

Gus Ipul, Klaim tak Pantas Jadi Ketum PBNU

Gus Ipul, Klaim tak Pantas Jadi Ketum PBNU

Senin, 30 Mar 2026 19:49 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini sedang ramai dibahas tokoh NU yang berambisi ingin jadi ketum PBNU. Berdasarkan hasil Muktamar NU ke-34 di Lampung tahun…

Wakil Dekan FH UNAIR, Tim Perumus RUU Perampasan Aset

Wakil Dekan FH UNAIR, Tim Perumus RUU Perampasan Aset

Senin, 30 Mar 2026 19:48 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dr. Maradona, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Dekan III FH UNAIR, terlibat pembahasan RUU Perampasan Aset dengan Komisi III DPR. Komisi…

Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi 

Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi 

Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB

Kejagung Hormati, Tapi Ingatkan Penangguhan Penahanan Melalui Proses Persidangan   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi III DPR menggelar rapat yang membahas …

Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu

Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu

Senin, 30 Mar 2026 19:42 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dua tahanan KPK yang berlatarbelakang menteri dan wakil menteri, berkelakar kritik KPK. Itu disampaikan terdakwa kasus dugaan…