SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Peristiwa ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, hingga Kamis, masih menyisakan duka bagi banyak kalangan. Bangunan tiga lantai itu ambruk pada Senin (28/09/2025) sekira pukul 15.15 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, KHR Abdus Salam Mujib, mengatakab agar semua pihak bersabar atas peristiwa nahas ini. Ia berharap atas terjadinya musibah ini diberi ganti yang lebih baik oleh Allah SWT.
Menurut Islam, terjadinya musibah adalah ketentuan Allah SWT (sunnatullah), baik sebagai ujian, teguran, azab, atau bahkan tanda cinta-Nya, dan dapat disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri.
Musibah adalah bagian dari takdir dan ujian hidup, bukan sekadar kebetulan.
Musibah yang berupa keburukan dapat muncul akibat dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia. Contohnya, seperti firman Allah dalam Al-Qur'an, "telah muncul kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Ar-Rum: 41).
Musibah juga dapat menjadi cobaan untuk menguji iman dan kesabaran hamba, serta sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Bagi mereka yang berada dalam keraguan antara kebaikan dan keburukan, musibah dapat menjadi teguran agar kembali ke jalan yang benar.
Musibah dan bencana adalah salah satu sunnatullah. Tak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali atas izin Allah. Di antara musibah yang terjadi, Allah menjadikan sebagai penggugur dosa bagi hamba-Nya dan ada juga yang jadi peringatan untuk diambil pelajaran.
Mengenai hikmah musibah ini, Nabi Muhammad memberikabar gembira bagi kaum muslim.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra dan Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Tidaklah sesuatu menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih,rasa sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah gulana, bahkan duri yang menusuknya (adalah juian baginya), melainkan dengan hal itu Allah akan mengampuni dosa-dosanya." (HR Muslim).
Pada firman-Nya yang lain, Allah menjelaskan bahwa jika “musibah” yang berupa kebaikan, maka hal itu berasal dari Allah, dan bila “musibah” berupa keburukan –yang kemudian disebut dengan bencana, maka karena perbuatan manusia sendiri (QS. An-Nisa: 79).
Berdasarkan penjelasan di atas, maka al-Quran juga secara jelas dan sempurna menguraikan bahwa tidak semua musibah adalah bencana. ([email protected])
Oleh:
Hj Lordna Putri
Editor : Moch Ilham