SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Perjuangan menuju kebenaran menurut Alkitab adalah perjuangan pribadi yang melibatkan penyerahan diri pada Yesus Kristus sebagai jalan dan kebenaran, mengikuti ajaran-Nya, dan mewujudkan kebenaran dalam tindakan sehari-hari.
Perjuangan ini juga memerlukan pertolongan Roh Kudus untuk mengubah hidup menjadi seperti Kristus dan memperjuangkan kebenaran demi kesejahteraan bersama, bahkan melalui pengorbanan diri.
Pada zaman ini, kehadiran suara-suara kebenaran semakin dibutuhkan. Melawan berita-berita palsu, provokatif yang menyesatkan, tindakan kesewenangan dan keserakahan. Secara obyektif kita mesti menggunakan tolok ukur kebenaran sebagai senjatanya. Kita inilah yang harus menyuarakan kebenaran sebagai wujud kesaksian kita, murid-murid Kristus. Jika kita tak acuh, diam, dan tidak mau terlibat dalam tindakan membela kebenaran, itu sama saja kita menyetujui adanya ketidakberesan dalam tata kehidupan.
Yang saya tahu, kebenaran selalu bermuara pada kesejahteraan bersama. Artinya, ada perjuangan untuk melakukan suatu kebaikan demi banyak orang, tanpa membuat rugi satu pihak pun. Hanya kebenaranlah yang akan menciptakan keindahan. Kendati beragam, kehidupan kita tetap bisa diarahkan menuju pada keindahan, asalkan kita memperjuangkannya dengan gigih. Mari dengan sungguh-sungguh kita melihat dunia di sekitar kita: di bagian manakah kita perlu “masuk” untuk memperjuangkan kebenaran agar tercipta kesejahteraan bersama?
Perjuangan menuju kebenaran menurut Alkitab juga mencakup pemahaman dan penerapan ajaran Tuhan, yang difasilitasi oleh Roh Kudus untuk menghasilkan karakter Kristus, hidup tanpa kepalsuan, dan menjadi saksi kebenaran di dunia.
Perjuangan batin dan komitmen pribadi
Perjuangan dimulai dengan keputusan pribadi untuk berbalik dari dosa dan menginginkannya untuk berhenti. Ini memerlukan tekad yang bulat untuk tidak melakukan kesalahan lagi.
Yesus menekankan bahwa Dia harus menjadi yang utama dalam hidup pengikut-Nya. Ini berarti rela mengorbankan hal-hal lain, bahkan kewajiban sosial, jika itu menghalangi komitmen terhadap Dia .
Perjuangan ini juga melibatkan pemahaman dan penerapan ajaran Yesus, yang terkadang mengharuskan pengikut-Nya mengabaikan kewajiban biasa demi mengikuti-Nya, seperti yang dijelaskan dalam Matius 8:22..
Tetapi Yesus berkata kepadanya, ikutilah Aku, biarkanlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati
Tetapi Yesus berkata kepadanya, ikutilah Aku,.... Kristus tidak ingin mengizinkannya atas alasan ini, tetapi menekankan apa yang sebelumnya telah Ia panggil; untuk melayani-Nya, dan menyerahkan diri kepada pelayanan firman: yang dilakukan, sebagian untuk menunjukkan bahwa perhatian yang lebih besar harus diberikan kepada-Nya, daripada kepada hubungan terdekat dan teman mana pun; dan sebagian lagi, karena martabat pelayanan Injil yang jauh melebihi layanan semacam itu; juga untuk menandakan, betapa tidak berartinya tradisi-tradisi para tua dengan-Nya; oleh karena itu Ia berkata, biarkanlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati.
Perkataan Kristus ini artinya, "Biarlah orang yang mati secara rohani menguburkan orang yang mati secara jasmani".
Murid yang disebut dalam ayat Matius 8:21 rupanya ingin tinggal dengan ayahnya yang sudah tua sampai ayahnya meninggal dunia.
Itu dalam awal kalimat berarti orang-orang yang tidak mempunjai kehidupan Kerajaan Allah, jaitu belum masuk menjadi murid Jesus. Ucapan Jesus dalam ayat ini berlebih-lebihan bunyinya tetapi hanya untuk menginsjafkan benar-benar, bahwa para pengikutnya harus bersedia berkurban seberat-beratnja, untuk memperoleh kerajaan Allah.
Kata Pendeta saya, hidup dalam kebenaran berarti hidup tanpa kepalsuan dan manipulasi,
Mengikuti jalan kebenaran dan akan melewati ujian serta membutuhkan pengorbanan. Ini dapat dilihat dari pengorbanan Yesus sendiri dan kewajiban pengikut-Nya untuk melakukan pengorbanan demi Dia. Menurut Alkitab, Roh Kudus berperan penting dalam membimbing orang percaya ke dalam seluruh kebenaran, yang secara bersamaan memuliakan Kristus. Alkitab mengajarkan bahwa umat percaya dapat menanggung segala sesuatu melalui Dia yang memberi kekuatan. Ini adalah sumber kekuatan untuk menjalani perjuangan melawan dosa dan hidup dalam kebenaran. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham