Banjir Sumatera "Terlihat Mencekam di Media Sosial"

Pernyataan Kontroversial Kepala BNPB, Jadi Sorotan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Letjen TNI Suharyanto saat meninjau di lokasi bencana Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Aceh.
Letjen TNI Suharyanto saat meninjau di lokasi bencana Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pernyataan kontroversial Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, yang menyebut banjir Sumatra "terlihat mencekam di media sosial", dan belum layak ditetapkan sebagai bencana nasional. Pernyataan tersebut menuai kritik keras. Antara lain dari

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh, Murdani Yusuf.

Dihubungi Selasa (2/12)  Murdani Yusuf, menyebut pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, terkait bencana Sumatera melukai hati korban dan rakyat Aceh. Seharusnya, sebagai pejabat ia turun melihat langsung situasi di lokasi.

"Jangan berbicara bila itu melukai hati rakyat yang sedang berduka," kata Murdani Yusuf di Banda Aceh.

Menurut Murdani, bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat harus menjadi bencana nasional. Sebab bencana banjir menyebabkan terkurung ya beberapa wilayah tanpa akses listrik, internet, dan bahan pokok

 

Letjen Suharyanto Minta Maaf

Sebelumnya, pernyataan kontroversial itu disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).

“Kemarin kan kelihatannya mencekam yah, kan berseliweran di media sosial, gak bisa ketemu, apa. Tapi begitu sampai ke sini sekarang. Begitu rekan media tadi hadir di lokasi kemudian tidak hujan, coba di Sumatera Utara yang kelihatannya mencekam, kan sekarang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah,” kata Suharyanto.

Hal itu disampaikan Suharyanto setelah menanggapi soal belum diberlakukannya darurat bencana nasional.

Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto terkait bencana hanya mencekam di media sosial menuai hujatan masyarakat. Setelah dihujani kritik, Suharyanto meminta maaf.

“Saya surprise (terkejut), saya tidak mengira sebesar ini. Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf Pak Bupati.  Bukan berarti kami tak peduli,” kata Suharyanto usai meninjau kondisi banjir di  Tapanuli Selatan, Minggu (30/11/2025).

Apalagi ia melihat akses yang sulit dijangkau.

Keesokan harinya, Suharyanto turun langsung ke Desa Aek Garoga, Tapanuli Selatan, dan menangis ketika melihat kerusakan hebat. Ia meminta maaf kepada Bupati Gus Irawan Pasaribu, mengakui bahwa situasi lapangan jauh lebih parah dari laporan awal. Meski begitu, permintaan maaf tersebut tidak sepenuhnya meredakan kemarahan publik. n jk/md/rmc

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…