Kasih Karunia

Tahun Baru Masehi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tahun baru masehi bagi umat berbeda-beda. Umat Kristen melihatnya sebagai momen syukur dan komitmen baru sesuai ajaran Kristus.

Makanya, bagi sebagian umat Kristen akhir tahun selalu menjadi momen refleksi.

Pertanyaan terkait Natal 2025 di Indonesia yang mayoritas muslim menjadi populer mengapa? Saya amati masyarakat mulai menyiapkan agenda akhir tahun lebih awal.

Banyak yang merencanakan liburan, ibadah, atau acara keluarga jauh sebelum Desember tiba.

Pada tanggal 1 Januari kita telah memasuki tahun baru yang merupakan tahun Masehi. Berbagai kemeriahan mewarnai suasana di sekitar kita. Bahkan kita sendiri barangkali ikut ambil bagian untuk melahirkan kemeriahan itu, mulai dari meniup terompet, main petasan, menghidangkan makanan dan minuman enak, mengorganisir hiburan, ikut berkonvoi, dan sebagainya.

Dalam euforia tahun baru  itu, kita sering menikmati kebersamaan dengan keluarga, saling berjabat tangan dan menyampaikan Selamat Tahun Baru (Happy New Year) sembari saling memaafkan antara yang satu dengan yang lain. Sebaliknya ada banyak orang yang memandang Tahun Baru sebagai momen untuk hura-hura, mabuk-mabukan, menikmati dugem bahkan melakukan tindakan-tindakan kriminal dan anarkis. Bagi kaum hedonis, malah momen seperti itu adalah suatu hal yang dinanti-nantikan. Nampaknya selama kita hidup di dunia, nuansa-nuansa yang demikian terus menerus berulang dari tahun ke tahun. Parahnya, tahun berganti tahun ada yang tidak membawa suatu pembaruan bagi hidupnya. Tahun Baru hanya datang dan lewat begitu saja tanpa meninggalkan sesuatu yang berarti. Dalam hal ini, bagaimanakah kita sebagai umat Kristen menyambut Tahun Baru dan bagaimanakah momen itu menjadi suatu hal yang transformatif dalam hidup kita? Pertanyaan-pertannyaan itu mengarahkan kita untuk memahami Tahun Baru dari sudut Alkitabiah. Namun sebelum itu, kiranya kita perlu pertama sekali melihat sekilas sejarah Tahun Baru.

Menurut sejarah, Tahun Baru sesuai dengan penanggalan Masehi pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Agustus, menjadi bulan Agustus.

Saya akui tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia. Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Bagi orang Kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut Tahun Masehi.

Dalam rangka perayaan Tahun Baru itu,mengapa ada tradisi membuat harapan atau resolusi tiap tahun baru? Diyakini, tradisi ini sudah ada sejak jaman bangsa Mesopotamia di kota Babylonia, lalu tradisi itu menyebar dari satu kerajaan ke kerajaan lain. Orang-orang Eropa di jaman-jaman kuno (jaman dimana negara masih sangat tunduk dengan suara gereja), percaya bahwa di hari pertama tahun baru, harus diisi dengan mengenang kesalahan-kesalahan pada masa lalu, dan memikirkan bagaimana untuk bisa lebih baik di tahun yang akan datang

Natal 2025 membawa pesan bahwa meskipun masa depan tidak selalu pasti, harapan akan selalu ada bagi mereka yang tetap teguh dan saling mendukung.

Natal dan Tahun Baru merupakan momen yang sangat bermakna bagi umat Kristen di seluruh dunia. Menjelang perayaan ini, umat Kristen mempersiapkan diri tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga secara batiniah agar makna perayaan dapat dirasakan dengan sungguh-sungguh.

Tahun Baru bagi umat Kristen dipandang sebagai waktu untuk merenungkan perjalanan hidup di tahun yang telah berlalu dan mempersiapkan diri menghadapi tahun yang baru. Umat diajak untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan serta menyusun harapan dan komitmen hidup yang lebih baik sesuai ajaran Kristus.

 

Perayaan dalam Kesederhanaan

Menjelang Natal dan Tahun Baru, umat  Kristen oleh pendeta saya diingatkan untuk merayakan dengan penuh kesederhanaan. Perayaan bukan hanya tentang hadiah atau pesta, melainkan tentang berbagi kasih, mempererat kebersamaan keluarga, serta membantu sesama yang membutuhkan.

Jelang Natal dan Tahun Baru merupakan waktu yang tepat bagi umat Kristen untuk memperdalam iman, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta mempersiapkan diri menyambut masa depan dengan penuh pengharapan. Dan dengan hati yang bersih dan penuh kasih, makna Natal dan Tahun Baru dapat dirayakan secara lebih bermakna. Terima kasih Tuhan untuk nafas kehidupan hari ini. (Maria Sari)

Berita Terbaru

Perkuat Jaringan Nasional, Trafik Data Indosat Tumbuh Double Digit Selama Nataru 2025–2026

Perkuat Jaringan Nasional, Trafik Data Indosat Tumbuh Double Digit Selama Nataru 2025–2026

Kamis, 08 Jan 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 20:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatat peningkatan trafik data nasional yang signifikan sepanjang tahun 2025, seiring d…

Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an

Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an

Kamis, 08 Jan 2026 19:40 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, mulai mengutip ayat al-Qur'an berkaitan dengan fitnah. "Kemarin pada waktu retret, salah satu yang…

Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon

Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon

Kamis, 08 Jan 2026 19:37 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:37 WIB

Peraih Perak, Perunggu dan Pelatih Berbonus Total Rp 465 miliar      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir tiba me…

Hakim Ad hoc Walk Out saat Sidang, MA Janji Naikan Tunjangannya

Hakim Ad hoc Walk Out saat Sidang, MA Janji Naikan Tunjangannya

Kamis, 08 Jan 2026 19:33 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Mahpudin, keluar atau walk out saat…

Jaksa Kejagung 'Marah' ke Nadiem dan Pengacaranya

Jaksa Kejagung 'Marah' ke Nadiem dan Pengacaranya

Kamis, 08 Jan 2026 19:31 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, 'marah' ke  mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode …

Kementerian Haji Berada di Titik-titik Kritis

Kementerian Haji Berada di Titik-titik Kritis

Kamis, 08 Jan 2026 19:30 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak akui sekarang ini pihaknya berada di titik-titik kritis.  "Proses …