SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Memasuki masa puncak musim giling, kualitas tebu yang dikirim ke pabrik juga menjadi salah satu faktor penting untuk memperoleh hasil pengolahan yang optimal. Sehingga, petani tebu di Bondowoso pun didorong untuk menerapkan prinsip MBS atau Manis, Bersih, dan Segar. Prinsip tersebut diharapkan dapat dijaga mulai dari proses panen hingga tebu tiba di Pabrik Gula (PG) Pradjekan.
Pasalnya, kualitas tebu menjadi perhatian penting bagi petani. Menurutnya, hasil yang optimal di pabrik berawal dari perhatian terhadap kualitas tebu yang dipanen dan dikirimkan. Sehingga, adanya prinsip MBS menjadi salah satu upaya untuk menjaga mutu bahan baku sebelum masuk ke proses pengolahan.
“Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal," ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, Kamis (03/09/2026).
Nantinya, tebu yang dipanen dalam kondisi matang, bersih dari berbagai kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang diharapkan mampu mempertahankan kualitasnya. "Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” imbuhnya.
Seperti diketahui hingga 31 Agustus 2025, PG Pradjekan telah menggiling 479.916,97 ton tebu. Jumlah tersebut mencapai 73,20 persen dari target giling sebesar 351.300,05 ton tebu. Capaian tersebut menunjukkan perjalanan musim giling masih terus berlangsung. Pasokan dari para petani menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung target produksi yang telah ditetapkan.
Tebu yang memiliki mutu baik diharapkan dapat memberikan hasil pengolahan yang lebih optimal. Dari sana, terbuka pula harapan agar pendapatan yang diterima petani dapat meningkat. Semakin baik kualitas tebu yang dihasilkan, semakin besar peluang bagi petani untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal dari usaha yang telah dilakukan selama masa tanam. Ketersediaan tebu berkualitas juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan industri gula. bd-01/dsy
Editor : Redaksi