Balita Tewas Tenggelam di Saluran Air Manukan, Surabaya

Proses pencarian korban di saluran air yang kotor, Rabu (24/11/2021).

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang bocah berusia dua tahun hilang tenggelam di saluran air perkampungan Jalan Manukan Kasman, Tandes, Surabaya pada Rabu (24/11/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut keterangan warga sekitar, ada seseorang yang sempat melihat bocah tersebut hanyut. Namun, karena arus yang sangat deras akibat hujan, warga tak sempat menolong.

“Tadi ada yang bilang sempat melihat anak mengangkat tangannya, tapi dikira sengaja renang," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, anak tersebut hanyut seusai ditinggal bekerja oleh orangtuanya. Mendapat laporan itu, petugas gabungan langsung berupaya menyisir saluran air untuk mencari bocah tersebut.

“Gimana ya kalau jelasin, pokoknya anak itu kalau tidak diawasi sedikit saja sudah langsung lari sana sini,” tambahnya.

Di lokasi kejadian juga tampak beberapa petugas berusaha menenangkan keluarga korban.

Sehari hari sebelumnya, sebuah mobil pick up plat merah bernopol B 9410 SAB  tercebur ke Danau Unesa, Jalan Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Selasa (23/11/2021) sekitar pukul 03.30 Wib.

Mobil tersebut diketahui milik proyek Dinas PU Kali Brantas Wiyung dikemudikan oleh Farel Putra (19), warga Babatan Wiyung, Surabaya.

Korban yang selamat diketahui bernama Farel Putra Hadi Dinata (19), warga Babatan, Wiyung, yang merupakan pengemudi. Sementara temannya yang tewas bernama Alvan (18), warga Wiyung Surabaya.

Menurut keterangan saksi, kecelakaan berawal saat mobil korban melintas di Jalan Raya Kampus Unesa. Pengemudi yang mengetahui ada barier lantas menghindar sehingga membelokkan arah ke kanan dan naik ke pembatas jalan, dan kemudian tercebur ke dalam Danau Unesa.

"Saat itu dua remaja itu keluar dari mobil untuk berenang. Namun, yang berhasil berenang ke pinggir danau hanya satu. Sementara satunya di dalam danau," ujarnya.

Sementara Kanit Laka Lantas Iptu Choirul Anwar ketika dikonfirmasi menambahkan, jika dugaan sementara pengemudi mobil itu tersebut saat mengemudikan dalam keadaan mengantuk.

“Dugaan sementara sopir mengantuk, saat ini driver masih dalam perawatan medis jadi belum bisa diambil keterangannya,” tutup Iptu Choirul. yu