Cak dan Ning 2021 Diminta Tak Hanya Gerak di Bidang Pariwisata

Grand final pemilihan Cak dan Ning Kota Surabaya di Balai Budaya pada Sabtu (27/11) malam. SP/HUMAS PEMKOT SURABAYA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Cak dan Ning 2021 terpilih diminta  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  untuk tak hanya bergerak dalam bidang pariwisata saja, melainkan mampu melakukan sejumlah perubahan yang besar di Kota Pahlawan.

Menurut Eri Cahyadi, selama ini ada kesan bahwa Cak dan Ning yang merupakan dutanya Kota Surabaya hanya bertugas di bidang pariwisata, padahal mereka adalah orang-orang pilihan.
"Jadi, seharusnya Cak dan Ning yang terpilih, tidak hanya bergerak di bidang wisata, tapi bisa menjadi satu kekuatan para pemuda dan pemudi untuk mengubah Kota Surabaya menjadi lebih hebat lagi ke depannya. Ini kekuatan yang luar biasa untuk merubah Surabaya," kata Wali Kota Eri, Minggu (28/11).

Makanya, Wali kota Eri pada saat menghadiri grand final pemilihan Cak dan Ning Kota Surabaya di Balai Budaya pada Sabtu (27/11) malam, menekankan agar Cak dan Ning bisa bersama dengan pemerintah kota dalam upaya membangun Kota Surabaya lebih baik. 

"Cak dan Ning adalah bagian dari pembangunan Kota Surabaya. Bisa dibayangkan jika dalam wisata Mlaku-mlaku nang Tunjungan pemandu wisatanya dari Cak dan Ning, di setiap kampung ada Cak dan Ning yang mengedukasi warga supaya berubah mindsetnya dan perilakunya. Tentu ini menjadi modal menjadi kota yang thoyyibatun warobbun Ghafur," ujarnya.

Ia pun teringat dengan kata-kata Bung Karno yang menyampaikan bahwa "Berikan saya 10 pemuda, niscaya akan saya guncang dunia". "Nah, Cak dan Ning Surabaya hari ini ada berapa? alumni Cak dan Ning ada berapa? pasti kalau ini bersatu akan menjadi kekuatan hebat," ujarnya.

Oleh karena itu, setelah dipilihnya Cak dan Ning 2021, Eri meminta untuk langsung berkolaborasi dengan Kepala Perangkat Daerah (PD) Pemkot Surabaya untuk turun langsung ke masyarakat. "Tunjukkan bahwa Cak dan Ning itu adalah orang-orang hebat," katanya.

Diketahui juara Cak dan Ning Surabaya tahun 2021 adalah Muhammad Ardhiansyach Firdaus dan Sheila Sabika Amani Naura. sb1/na