Di Akhir Kepemimpinan, Risma Diminta Fokus Turunkan Covid-19 Surabaya

Wakil Ketua DPW Jatim Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Vinsensius Awey. SP/ALQ

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Peresmian Alun-alun Suroboyo  oleh walikota Surabaya Tri Rismaharini yang dibarengi dengan pagelaran pertunjukan seni yang mengundang kerumunan massa di pandemi Covid-19 ini. 

Hal ini sontak mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPW Jatim Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Vinsensius Awey, dengan peristiwa yang menimbulkan kerumunan di masa pandemi covid-19 sebuah keputusan yang sangat tidak tepat. 

“ Hal ini menurut saya baik saja dan sebuah terobosan baru yang perlu mendapat apresiasi. Persoalannya tidak tepat dalam situasi pandemi seperti ini. Itu sama saja Pemkot ingin menghadirkan semakin banyak pasien covid-19 bagi warganya,” ungkap Awey kepada Surabaya Pagi, Minggu (23/8/2020). 

Sebelumnya, Pemkot melalui  Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) larangan penyelenggaraan lomba dan tasyakuran Hut Kemerdekaan RI ke 75. “Seharusnya Risma komitmen dengan SE yang diterbitkan, bukan malah melanggar,” tegas Awey.  

Tidak hanya melanggar SE yang diterbitkan, Awey juga menganggap, dengan kegiatan seperti itu,  diibaratkan Risma mengajak warga Surabaya untuk masuk ke jurang pandemi,”Ini kan sama dengan Risma mengajak warganya menjadi pasien Corona, padahal kita semua sedang berupaya mencegahnya,” tandas Awey dengan rasa menyesal.

Awey melanjutkan, berbagai pujian datang kepada walikota Surabaya Tri Rismaharini baik dari luar dan dalam negeri. “Namun dalam detik-detik akan berakhir jabatannya, banyak kritikan tajam bermunculan, utamanya terkait pencegahan Covid-19,” katanya. 

Awey mengatakan, warga surabaya sangat mengetahui kiprah risma dalam membangun kota. “Akan tetapi bukan langkah yang tepat dan terpuji ketika seorang Wali Kota kembali memberikan pesan kepada warganya akan kontribusi nya dan hebatnya beliau  di penghujung kepemimpinannya malah memberikan suguhan yang kurang tepat tanpa mau memikirkan dan mempertimbangkan resiko yang mengancam jiwa warganya,”katanya. 

“Janganlah hanya karena hasrat pribadi seorang pemimpin lantas mengorbankan warganya. Itu adalah tindakan yang tidak terpuji. Ada baiknya Risma fokus pada penurunan penyebaran covid-19 di Surabaya pada penghujung berakhirnya kepemimpinannya,” tambah Awey. Alq