Di Tengah Serangan Israel, Gaza di Ambang Krisis Listrik

Pembangkit listrik Gaza berhenti beroperasi dalam beberapa hari karena kekurangan bahan bakar . SP/Anadolu Agency

SURABAYAPAGI, Gaza  - Juru bicara Perusahaan Distribusi Listrik Palestina mengatakan satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza kehabisan bahan bakar dan akan berhenti beroperasi dalam beberapa hari yakni bisa 2 sampai 3 hari.

"Israel mencegah masuknya bahan bakar untuk pembangkit listrik di Gaza," kata Mohammad Thabet dalam sebuah konferensi pers di Kota Gaza.

Jubir Thabet mendesak Israel untuk membuka kembali pintu penyeberangan Kerem Shalom, satu-satunya penyeberangan komersial yang berfungsi di Gaza, untuk memungkinkan masuknya bahan bakar ke wilayah Palestina.

“Bahan bakar yang tersedia cukup untuk mengoperasikan pembangkit listrik hanya untuk dua atau tiga hari,” kata Thabet.

Juru bicara tersebut memperkirakan kerugian perusahaan akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sekitar USD8 juta.

Diketahui, sejak 10 Mei, tentara Israel melancarkan serangan bertubi-tubi ke Gaza yang menewaskan sedikitnya 212 warga Palestina, termasuk 59 anak-anak dan 35 wanita, dan melukai 1.305 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Puluhan bangunan dan rumah juga telah dihancurkan dalam agresi udara Israel.aa/na