Ditlantas Polda Jatim Berbagi untuk Korban Laka Lantas

Anggota Ditlantas Polda Jatim saat memberikan bantuan kepada Purnomo di Kampung Tambak Sari Selatan, gang 14 No 8, Surabaya. SP/nt

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak covid-19 dan sebagai bentuk kepedulian, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim membagikan bantuan berupa paket sembako.

Direktur lalu lintas Polda Jatim Kombes Pol. Budi Indra Dermawan mengatakan, aksi yang dilakukan bersama komunitas korban laka lantas tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi covid-19.

Aksi bagi-bagi paket sembako, masker dan hand sanitizer yang dilakuan bersama komunitas korban laka lantas pada Minggu (17/5) kemarin tersebut dilakukan secara door to door.

Meskipun begitu, kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dilaksanakan secara serentak di 39 kabupaten /kota di Jawa Timur dengan sasaran korban laka lantas.

Dirlantas polda jatim KBP Budi Indra Dermawan, S.I.K, M.M menjelaskan pihaknya sebagai inisiator dan penggerak kegiatan melaksanakan kegiatan di dua titik di kota Surabaya yaitu didaerah Wonasari Lor Kec Semampir dan Tambaksari Selatan Kec Tambaksari.

"Tadi ada dua titik yang kita datangi,” ujar Budi didampingi AKBP Budi Adhy Buono SH, Sik, MH dan AKBP Aditia Panji Anom Sik.

Masih kata Budi, korban laka lantas yang pertama di datangi bernama Zakaria, 25, warga Wonasari Lor Gang KB 1/2 B. Korban ini mengalami kecelakaan lalu lintas tahun 2014. Akibat kecelakaan tersebut mengakibatkan  kedua matanya mengalami kebutaan total, padahal dirinya saat itu bekerja di sebuah hotel sebagai waiter. 

Korban kedua yang kita kunjungi, Purnomo (40), warga Kampung Tambak Sari Selatan, gang 14 no 8, Surabaya.

Dirinya yang berprofesi sebagai supir truck pada Desember 2019, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi dan tidak bisa bekerja lagi, serta harus melakukan rawat jalan dan terapi namun semenjak adanya covid rawat jalan dan terapi menjadi terkendala karena khawatir akan tertular.

"Hal ini menghambat proses pemulihan. Dia dan harus menanggung beban hidup keluarganya," terangnya sedih. nt