Jembatan Sawunggaling, Mesti Untungkan Arek-arek Wonokromo!

Pengendara melintas arah Gunungsari di Jembatan Joyoboyo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/5). SP/Patrick Cahyo

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jembatan Sawunggaling Surabaya, Sabtu (1/5/2021) telah diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Menteri Sosial RI Tri Rismaharini. Akan tetapi, ikon baru kota Surabaya yang menghabiskan Rp 39 Miliar ini disorot oleh DPRD kota Surabaya. Dengan anggaran puluhan miliar tersebut, diharapkan jembatan yang berhadapan dengan Gedung Parkir dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) ini tidak hanya sebagai 'hiasan kota', tetapi juga bisa menggerakan roda perekonomian di sekitar wilayah Jembatan Sawunggaling.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, saat dihubungi Surabaya Pagi, Minggu (2/5/2021). Menurut politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, besarnya biaya pembangunan Jembatan Sawunggaling hingga Rp 39 Miliar, perlu menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Surabaya. Apalagi, proses penyelesaian Jembatan Sawunggaling ini disaat kondisi pandemi Covid-19.

"Ini yang harus diperhatikan. Apalagi prosesnya (penyelesaian) di awal pandemi dan sempat tertunda karena refocusing anggaran untuk pandemi ini. Jadi dengan dibangunnya Jembatan Sawunggaling ini bisa sesuai tujuan awal," kata Reni Astuti, saat dihubungi Surabaya Pagi, melalui pesan WhatsApp, Minggu (2/5/2021).

Untuk itu Reni berharap jembatan ini bisa memberi efek yang signifikan, baik secara tujuan untuk mengoptimalkan Gedung Parkir dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), mengurai kemacetan maupun menumbuhkan sektor ekonomi warga setempat.

 

Warga Wonokromo Harus Diuntungkan

"Warga Surabaya harus dapat menerima keutungan ekonomi dari adanya Jembatan ini. Terutama warga Wonokromo yang harus pertama kali diuntungkan. Kenapa? Karena selama proses pembangunan, warga Wonokromo lah yang merasakan langsung dampaknya," jelas Reni.

Selain itu, warga Wonokromo juga bisa memanfaatkan lahan didalam Terminal Intermoda Joyoboyo yang memang disiapkan untuk pelaku UMKM yang ingin berjualan. "Intinya harus menguntungkan warga sekitar," lanjutnya.

Ia pun menjelaskan, Jembatan Sawunggaling memungkinkan dapat saling terkoneksi antara Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan TIJ. "Jadi para pengunjung kebun binatang, bisa parkir di gedung parkir TIJ itu. Lokasinya lebih luas. Meski jauh, tapi lebih aman. Apalagi bisa menampung lebih 300 mobil," cetusnya.

 

Lalin Lebih Lancar

Dari pantauan Surabaya Pagi, Minggu (2/5/2021) pagi, Jembatan Sawunggaling Surabaya sudah langsung dimanfaatkan warga untuk berswafoto dan berolahraga di sekitar taman. Selain itu, akses jalan dari flyover Wonokromo dan frontage pun lebih lancar, bagi yang ingin langsung ke Jala Raya Gunungsari.

Ita, pengunjung dari Rungkut mengatakan bahwa mendengar dari berita bahwa Jembatan Joyoboyo sudah dibuka, sehingga penasaran melihat.

“Bagus sudah bisa diresmikan, bisa main kesini. Ikon yang baru pasti menjadi jujukan warga yang belum pernah kesini, infrastruktur Surabaya semakin maju dan lalu lintas lebih lancar. Ga kayak dulu,”ucap Ita, saat ditemui di Jembatan Joyoboyo, Minggu (2/5/2021) pagi.

Hal yang sama diungkapkan oleh Haji Kuasairi warga RT 10 RW 5 Wonokromo. Keberadaan Jembatan Sawunggaling ini sudah dinanti warga sekitar karena untuk mengurangi kemacetan. Selain menjadikan ikon baru kota Surabaya.

“Alhamdulillah lancar, kemarin sudah diresmikan oleh Bu Risma. Sekarang sudah dibuka akses jalannya oleh pengendara dengan lancar tidak ada hambatan, sebelum pelebaran jalan masih macet. Ini yang ditunggu-tunggu lagi. Sudah tidak ada macet lagi,” tandasnya.

 

Pelebaran Jalan Lagi

Berbeda dengan Muhammad Baduwi, warga Wonokromo Pasar Lama mengatakan terkait dengan persemian Jembatan Sawunggaling menanggapi bahwa akan ada pelebaran jalan agar terlihat Jembatan Sawunggaling.

“Iya sudah dibuka akses jalannya. Ini ada rencana pelebaran sebelah barat, akan dilebarkan 5 meter. Pemkot meminta data pada PD Pasar Wonokromo. Padahal warga sudah memiliki sertifikat serta surat yang jelas tetapi diklaim oleh PD Pasar dan  tidak memiliki suratnya atas kepemilikan. Kalo ingin memamerkan jembatan buat apa, tolong jangan merugikan warga,”tegasnya.

Sementara itu, pantauan kendaraan yang melintas dari arah Wonokromo menuju Gunungsari maupun arah Jalan Darmo terpantau ramai lancar. Terdapat rekayasa lalu lintas dalam uji coba pembukaan Jembatan Joyoboyo.

Rekayasa lalu lintas tersebut dari Jalan Wonokromo bisa menggunakan paling kiri menuju Gunungsari, jalur kanan di Jembatan Joyoboyo melewati depan Polsek Wonokromo lalu arah Kota, dari arah  Wonokromo melewati samping air mancur Jembatan Joyoboyo langsung lurus tidak bisa berbelok ke kiri ditutup dengan barrier. ana/pat/cr2/rmc