Keluh Kesah Kaum Hawa pada saat Aksi Sosialisasi GETOL

Pejuang Kaum Hawa sekaligus anggota FSPMI. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi   

 

 SURABAYAPAGI, Surabaya -Antusiasme dan emosional terlihat dari raut wajah para aksi GETOL (Gerakan Tolak Omnibus Law). Diiringi dengan teriakan para orator, semangat para kaum buruh wanita menolak mentah mentah poin dalam UU Cipta Kerja yang baru saja di sahkan DPR.

Poin poin dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja dianggap telah merugikan kaum buruh, khususnya wanita. Tak heran jika kaum wanita ikut meramaikan aksi nasional ini.

Ke-khawatiran yang tak bisa dibendung lagi tengah meluap di daerah Margomulyo. Terik panas matahari tak dihiraukan oleh kaum hawa yang ikut serta dalam aksi ini. Jumlah kalangan remaja, dewasa bahkan sampai orang tua pun semakin membeludak dalam aksi ini.

WhatsApp_Image_2020-10-07_at_13.45.35

Antusiasme Buruh Wanita dalam Memperjuangkan Keadilan

Poin poin dalam UU Ciptakerja yang baru baru ini di sah-kan memang banyak menuai kontroversi, tak terkecuali poin poin yang dianggap menindas kaum buruh wanita. "Jam kerja bertambah, cuti hamil berkurang. Lantas bagaimana kondisi fisik kita nantinya ?. Kami harap, aksi kami ini direspon dengan hati para dewan," dengan lantang Punggawa Aksi Gerakan Tolak Omnibus Law berucap. Rabu (7/10/2020).

"Ini sangat bertentangan dengan Sila ke-5. Di"KEMANA"kan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ?," tegas Pejuang kaum hawa yang disamarkan identitasnya. Pantas saja UU Omnibus Law Cipta Kerja dianggap melemahkan para buruh karena bertentangan dengan pedoman rakyat Indonesia.

Suara suara dari kaum buruh wanita diiringi lantangnya orator yang memimpin aksi di garda terdepan membuat semangat persatuan individu, kelompok maupun serikat semakin berkobar. Mereka dengan lantang mengatakan "SIAP" untuk menjalani aksi puncak pada Kamis (8/10/2020). mbi