ANALISA BERITA

Ketua GIAK : Aneh! Erick Thohir Bela Mantan Koruptor Emir Moeis jadi Komisaris BUMN

Ketua DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi, Jerry Massie

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Saya nilai Erick sama saja membela para koruptor. Oercuma slogan BUMN "AKHLAK" tapi komisaris tak ber-Akhlak. Saya nilai Erick sulit jadi pemimpin ke depan apalagi nyapres Presiden.

Dia tak punya ability (kemampuan) memimpin. Barangkali cocok dia pegang klub sepak bola. Ini pernah dilakukan saat memegang Inter Milan.

Erick kurang peka dengan desakan publik saat dia mengangkat mantan napi koruptor Emir Moeis jadi komisaris.

Sebetulnya siapa saja yang duduk di direksi dan komisaris mereka punya rekam jejak yang bersih. Harusnya dia mencopot si Emir ini bukan membela.

Sama saja Erick tak bersih, tak pemimpin jujur mengangkat anak buah maling.

Memang Erick belum layak duduk di Kementerian. Manajemennya amburadul yang mana Garuda merugi Rp70 triliun hingga sejumlah Komisaris mundur PLN sekitar Rp600 triliun lebih bahkan aset kita diakuisisi asing.

Memang Jokowi agak blunder dan salah mengangkat menteri sekelas Erick Thohir tak punya kemampuan manajerial yang baik untuk mengendalikan BUMN.

Ini contoh buruk pejabat di negeri ini. Koruptor dieluk-elukan atau disanjung hingga diangkat Komisaris. Barangkali Indonesia satu-satunya negara yang mengangkat napi koruptor jadi pejabat negara.

Erick bagaikan mempermalukan dirinya. Coba belajar ke Perusahaan Toyota pertama di cari pejabat jujur bukan maling. Saya sarankan Erick urungkan niatnya maju Capres 2024 dia akan gagal total.

(Disampaikan Ketua Harian DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK), Jerry Massie dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (26/8/2021)).