Lomba Kreasi Onde-onde, Targetkan Lahir Varian dan Bentuk Baru Kue Khas Kota Mojokerto

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto -  Ratusan warga beradu keahlian dan kreativitas dalam Festival Lomba Kreasi Onde-onde menyambut Hari Jadi Kota Mojokerto ke-104, Minggu (26/6/2022).

Tak hanya didominasi kaum hawa, festival yang digelar di sepanjang Jalan Raya Surodinawan ini juga diikuti kaum adam. Mereka yang minoritas ini, tampak antusias membuat adonan dan menggoreng kue kebanggaan warga Mojokerto. 

Bahkan, beberapa diantara peserta ada yang mengenakan kostum unik. Diantaranya, menggunakan topi caping lengkap dengan rumbai-rumbai tali rapia. Ada pula yang mengenakan mahkota bunga-bunga di kepala. 

Meski begitu, mereka semua tampak telaten mengulen adonan Onde-onde berbagai jenis varian. Sesekali, mereka berjoget ria sembari menggoreng adonan di dalam minyak panas yang menggunakan kompor induksi listrik dari PLN. 

Melihat kemeriahan lomba, tak pelak memancing perhatian Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan jajaran Forkopimda untuk meninjau stan peserta. 

Petinggi Pemkot ini terlihat bercengkrama dengan sejumlah peserta, dan mencicipi Onde-onde kreasi mereka. "Nikmat sekali rasanya, ini isiannya apa?" tanya Ning Ita sapaan akrab Wali Kota.

Ia mengatakan, festival lomba Onde-onde masih merupakan rangkaian HUT ke 104 Kota Mojokerto. Pihaknya mengaku sengaja mengeluarkan seluruh potensi masyarakat di dalam festival-festival yang dibuat. Tak terkecuali, potensi pembuatan Onde-onde diseluruh UMKM. 

"Kota Mojokerto sudah terkenal sebagai Kota Onde-onde. Maka potensi pembuatan di seluruh UMKM kita ajak untuk menampilkan kreativitasnya dalam membuat Onde-onde berbagai varian dan kreasinya," ucapnya. 

Ia berharap masyarakatnya bisa semakin mempopulerkan makanan yang umurnya sudah lebih dari setengah abad dengan inovasi yang kekinian atau mengikuti pangsa pasar. Lantaran, begitu banyaknya serbuan ragam jajanan modern yang hits di pasaran.

"Agar bisa menyesuaikan dengan lidah anak-anak milenial dan bisa bersaing dengan jajanan kekinian yang sudah marak, maka perlu sekali diciptakan kreasi dan inovasi di industri makanan," pungkasnya.

Terpisah, Kadiskopukmperindag (Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Mojokerto) Ani Wijaya menambahkan, jumlah peserta mencapai 104 orang ini, dipilih sesuai usia Kota Mojokerto yang sudah mencapai ke 104 tahun pada 20 Juni 2022.

"Untuk peserta kita sesuaikan dengan usia hari jadi Kota Mojokerto. Yakni 104, jadi ada 104 orang yang ikut serta," ucap Ani. 

Ani menyebutkan, berbagai varian rasa olahan peserta dilombakan. Ada yang menggunakan wijen putih, dan ada juga wijen hitam. Berbagai rasa pun disajikan para peserta lomba untuk memenangkan perlombaan.

"Peserta bebas berkreasi dan berinovasi. Baik bentuk, rasa dan ukuran. Harapan kita, festival kali ini bisa menciptakan varian dan bentuk baru onde-onde yang bisa booming di pasaran," harapnya. Dwi