Natal di Amerika, Diteror Bom Mobil dan Penembakan

Ledakan hebat mengguncang pusat kota Nashville, Amerika Serikat, pada Hari Natal (25/12/2020).

 

SURABAYAPAGI.COM, Washington - Perayaan Natal tahun ini, benar-benar mengerikan bagi masyarakat AS. Dua serangan teror terjadi dua hari berturut-turut. Teror ini semakin meninggalkan raport merah bagi Presiden Donald Trum di akhir jabatannya.

Seorang pria dilaporkan melakukan aksi penembakan di sebuah tempat bermain bowling di Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat (AS), Sabtu (26/12/2020) waktu setempat.Tiga orang dilaporkan tewas dan sejumlah orang lainnya menderita luka-luka dalam insiden ini. Sehari sebelumnya, ledakan hebat di pusat kota Nashville, tepat  pada pagi Hari Natal. Sebelum ledakan terjadi, saksi mata mengaku mendengar suara peringatan agar melakukan evakuasi karena ada bom.

Menurut laporan media setempat, Sabtu (26/12/2020) penembakan terjadi di arena bowling Don Carter Lanes di Rockford, Illinois. Polisi dilaporkan berhasil menangkap seorang pria, yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan.

Kepala polisi Rockford, Dan O'Shea membenarkan bahwa tiga orang tewas dalam penembakan ini dan tiga yang terluka telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan.

"Beberapa korban ditembak di dalam gedung dan lainnya yang menjadi sasaran berada di luar," ucap O'Shea dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (27/12/2020).

O'Shea kemudian mengatakan bahwa arena bowling seharusnya ditutup sesuai dengan batasan yang ditetapkan untuk mencegah penularan Covid-19.Dalam rekaman yang beredar di media sosial, menunjukan sejumlah besar personel polisi mengerumuni lokasi kejadian.

Media setempat melaporkan, yang mengutip sumber-sumber keamanan, bahwa serangan ini kemungkinan besar hanya dilakukan oleh satu orang dan orang itu sudah diamankan. Sumber itu mengatakan motif pelaku saat ini belum diketahui dan pemeriksaan akan segera dilakukan.

Sehari sebelumnya, ledakan hebat berasal dari mobil RV pada pagi Hari Natal (25/12/2020) di Nashville , Tennessee, Amerika Serikat (AS), bikin panik warga.  Ledakan ini dinyatakan polisi sebagai "ledakan yang disengaja". Namun, polisi maupun Biro Investigasi Federal (FBI) tidak menyimpulkannya sebagai aksi teroris.

Tiga orang terluka dalam ledakan itu. Ada juga temuan satu jasad manusia di sekitar lokasi ledakan, yang belum dipastikan apakah pelaku atau korban ledakan.

Polisi federal dan lokal berjanji untuk mencari tahu siapa di balik ledakan yang mengguncang pagi Hari Natal itu. Polisi Chicago sedang memantau situasi, tetapi pada Jumat malam mengatakan tidak ada ancaman yang kredibel terhadap kota itu.

Juru bicara FBI, Joel Siskovic, mengatakan biro investigasi itu memimpin penyelidikan, dan akan bekerja sama dengan otoritas negara bagian dan otoritas lokal. Penyelidik federal dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak juga berada di Nashville pada Jumat malam.

 

  Cari Motif

Pakar terorisme di Chicago, Robert Pape, mengatakan pada tahap awal kasus ini memiliki tanda-tanda serangan terorisme demonstratif, artinya orang di baliknya menginginkan perhatian.

Sebelum ledakan terjadi, ada suara peringatan dari sebuah rekaman yang diduga berasal dari mobil RV yang kemudian meledak. Suara peringatan itu menyerukan orang-orang segera mengevakuasi diri karena ada bom di dalam mobil tersebut.

"Evakuasi sekarang. Ada bom. Sebuah bom ada di dalam kendaraan ini dan akan meledak,” bunyi suara peringatan itu yang kemudian dilanjutkan dengan suara hitungan mundur 15 menit.

Polisi dan para agen federal gencar menyisir area sekitar lokasi ledakan, namun tidak menemukan benda-benda yang dicurigai sebagai bahan peledak tambahan. Fokus mereka sekarang telah bergeser ke sebuah motif.

“Biasanya ada posting-an video. Biasanya ada posting-an blog. Biasanya ada semacam komunikasi tertulis yang tertinggal," kata Pape, yang merupakan profesor dan direktur Proyek Chicago tentang Keamanan dan Ancaman di Universitas Chicago.ap/tr/af