Petrokimia Gresik Gandeng BRI untuk Menjamin Permodalan Petani

Penandatangan MoU Program Agro Solution antara Petrokimia Gresik dengan BRI Kanwil Surabaya. SP/M.AIDID

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Petrokimia Gresik menggandeng Bank BRI Kantor Wilayah Surabaya untuk menjamin akses permodalan petani di Jawa Timur. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di Gresik, Kamis (15/4/).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik melalui program Agro Solution berupaya mendongkrak produktivitas pertanian dan perkebunan, khususnya di Jawa Timur, sebagai penghasil padi dan tebu tertinggi nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tahun 2020, Jawa Timur menorehkan produksi padi sebanyak 9.944.538,26 ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 9.580.933,88 ton di 2019. Hanya saja, capaian itu tidak lebih besar jika dibandingkan produksi padi Jawa Timur tahun 2018 sebesar 10.203.213,17 ton.

Begitu juga dengan tebu. Dari total produksi tebu nasional tahun 2020 sebanyak 2.130.700 ton, produksi tertinggi berasal dari Jawa Timur, yaitu mencapai 979.000 ton. Angka ini menurun dari tahun sebelumnya, dimana produktivitas tebu nasional tahun 2019 mencapai 2.258.200 ton, dan Jawa Timur mencapai 1.083.600 ton.

“Ketidakstabilan produktivitas ini terjadi karena petani masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kesulitan akses permodalan,” ujar Dwi Satriyo.

Untuk itu, Petrokimia Gresik melalui program Agro Solution yang diinisiasi Pupuk Indonesia, ingin membantu menghubungkan petani dengan lembaga keuangan. Dalam hal ini, Bank BRI Kantor Wilayah Surabaya akan memberikan jaminan permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Petani.

Selain akses permodalan, kendala lain yang dihadapi petani diantaranya produktivitas rendah, terbatasnya pendampingan kepada petani, ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas, dan harga jual hasil panen cenderung turun saat panen, serta belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen. 

“Melalui program Agro Solution, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan berbagai stakeholder berupaya memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi petani. Jika kendala pertanian tersebut terurai, maka peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam rangka mendongkrak kesejahteraan petani dapat tercapai,” tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, dalam program ini Petrokimia Gresik bertugas menyediakan pupuk non-subsidi berkualitas, kawalan budidaya, kawalan pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) melalui anak perusahaan, yaitu Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku, serta layanan Mobil Uji Tanah (MUT) agar petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Melalui program Agro Solution, Dwi Satriyo berharap petani dapat mengenal dan menggunakan pupuk non-subsidi produksi Petrokimia Gresik untuk mendongkrak produktivitas serta kualitas pertanian dan perkebunan, sehingga pendapatan petani tebu di Provinsi Jawa Timur sebagai sentra produksi padi dan tebu nasional pun ikut meningkat.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menandatangani MoU kerja sama program Agro Solution dengan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep untuk pendampingan petani tebu di Jawa Timur, dengan target lahan yang akan digarap antara 8.000 hingga 10.000 hektar (ha). Selain itu, Petrokimia Gresik juga menjalankan program Agro Solution bersama petani jagung di Lombok Timur, petani padi di Bojonegoro, dan petani komoditas lainnya di Jawa Barat, Jawa Tengah dan NTB.

Dari total target pendampingan lahan seluas 16 ribu ha selama tahun 2021, realisasi program Agro Solution Petrokimia Gresik hingga bulan Maret 2021 seluas 6.759 ha. did