Produk Meubel Kabupaten Mojokerto Tembus Pasar Korea Selatan

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat pemberangkatan produk ekspor meubel ke negeri gingseng Korea Selatan ini merupakan hasil kemitraan IKM Kabupaten Mojokerto dengan PT Wangsa Adi Guna (general contractor dan furniture). SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Mojokerto akhirnya tembus pasar ekspor mancanegara. Produk berupa furniture asal Kecamatan Jetis dan Trowulan ini di kirim ke Korea Selatan, Kamis (27/5) sore.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan pemberangkatan produk ekspor meubel ke negeri gingseng Korea Selatan ini merupakan hasil kemitraan IKM Kabupaten Mojokerto dengan PT Wangsa Adi Guna (general contractor dan furniture).

"Ini adalah kabar gembira sekaligus peluang bagi IKM di Kabupaten Mojokerto. Karena ternyata produk kita bisa diterima oleh pasar mancanegara," ujarnya usai melepas satu mobil kontainer berisi furniture kayu yang akan dikirim ke Korsel.

Ikfina menyebut, selama ini terdapat permasalahan kompleks yang dialami IKM saat pandemi Covid-19. Diantaranya, daya beli masyarakat yang turun sehingga berdampak pada penurunan proses produksi serta omset mereka.

"Saat rapat koordinasi terkait strategi pemulihan ekonomi pasca Covid-19, masalah dan masukan yang disampaikan IKM ke kita adalah terkait pasar. Mereka mengaku kesulitan untuk memasarkan produknya, itu PR kita," tegasnya.

Untuk itu, lanjut Ikfina, dengan dibukanya kran kemitraan antara perusahaan pengekspor dengan IKM ini diharapkan mampu menjawab permasalahan mereka. Sebab bisa  membuka potensi pasar selebar-lebarnya bagi pelaku IKM Mojokerto. 

"Pesannya tadi, ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk bisa bertahan serta bersaing di pasar ekspor dunia, yakni kualitas, kuantitas dan pengiriman tepat waktu," ungkapnya.

Ikfina berpesan kepada seluruh pelaku IKM Kabupaten Mojokerto untuk terus menaikkan kualitas produknya. Sehingga mampu bersaing di pasar nasional ataupun mancanegara.

"Saya harap tim relawan pembangkit ekonomi Kabupaten Mojokerto bisa berbagi pengalaman ekspor ini ke seluruh pelaku IKM. Sehingga mereka termotivasi untuk memperbaiki kualitas produknya agar bisa ikut bergabung dalam komoditas ekspor juga," harapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan ekspor perdana IKM Kabupaten Mojokerto ke Korsel ini berupa produk furniture sebanyak 400 unit senilai Rp. 200 juta.

"Yang di ekspor adalah meja rias lengkap beserta kursinya, per item produk IKM ini dihargai sekitar Rp. 1 hingga Rp. 1,2 juta," ujarnya.

Iwan menambahkan pihaknya akan terus berupaya untuk memperluas jalinan kemitraan dengan perusahaan eksportir lainnya. Sehingga mampu meningkatkan kapasitas ekspor IKM Kabupaten Mojokerto.

"Kita berharap muncul perusahaan-perusahaan lain yang punya komitmen, kemampuan dan semangat untuk membantu IKM kita dalam memperluas pasar ekspor luar negeri. Seperti yang dilakukan PT Wangsa Adi Guna saat ini," pungkasnya. 

Sementara itu, Direktur PT Wangsa Adi Guna, Erik Gunawan mengatakan ekspor produk furniture di pasar korea masih terbuka lebar untuk IKM lainnya. Asalkan, memenuhi syarat kualitas dan kuantitas pengiriman yang tepat waktu.

"Persaingan memang sangat ketat, tapi asalkan produknya bagus dan harganya miring pasti dicari oleh pasar manapun juga termasuk Korea Selatan,," tegasnya.

Erik mengaku senang dengan adanya support langsung dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pasalnya ini dapat memberi kenyaman dan melindungi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Semoga adanya kemitraan ini bisa membantu IKM Kabupaten Mojokerto yang terpuruk akibat pandemi. Sehingga roda perekonomian dapat berjalan normal kembali," ujarnya. Dwy