Selain Mall, Pelabuhan Tanjung Perak Juga Terapkan Scan Barcode Peduli Lindungi

Penumpang kapal laut saat melewati pendeteksi suhu di Pelabuhan Tanjung Perak/ foto: humas Pelindo. SP/Semmy Mantolas

SURABAYAPAGI, Surabaya - Setelah mall dan pusat perbelanjaan menerapkan scan barcode melalui aplikasi Peduli Lindungi, kali ini giliran Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang mencoba sistem tersebut kepada calon penumpang kapal.

Dengan aplikasi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN ini, seluruh data dan dokumen calon penumpang kapal akan terdeteksi manakala memindai barcode yang ada di aplikasi Peduli Lindungi pada ponsel mereka melalui alat yang tersedia di terminal penumpang.

"Setelah proses pemindaian selesai, nanti akan ada tuh pemberitahuan apakah persyaratan calon penumpang layak untuk dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal laut atau tidak," kata VP Corporate Communication Pelindo III, Suryo Khasabu, Senin (30/08/2021).

Alat pemindaian barcode ini kata Suryo, telah dipasang di Pelabuhan Tanjung Perak sejak 28 Agustus 2021 lalu. Selain di pelabuhan Tanjung Perak, pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Banjarmasin juga telah menerapkan sistem serupa.

Pelindo III sendiri sangat optimis dengan sistem menyalin barcode. Selain cepat dan efisien, alat tersebut juga dapat mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan calon penumpang.

Tak hanya itu, proses validasi syarat-syarat bepergian penumpang seperti, sertifikat vaksinasi, hasil pemeriksaan antigen maupun swab PCR dapat terdeteksi melalui aplikasi. Sehingga peluang pemalsuan dokumen perjalanan dapat diminimalisir.

"Jadi dengan aplikasi ini akan terdeteksi apakah sertifikat vaksinasinya asli atau tidak, PCR-nya asli atau tidak, sehingga mempermudah proses validasi dokumen," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya, Acub Zaenal menyampaikan, dalam melakukan validasi dokumen PCR atau swab antigen penumpang, KKP membutuhkan setidaknya 3 hingga 5 orang petugas.

Oleh karenanya, dengan bantuan mesin aplikasi peduli lindungi, dapat mengurangi jumlah petugas validasi sekaligus mempercepat proses pemeriksaan dokumen kesehatan penumpang.

Ditambah lagi, mesin aplikasi peduli lindungi sudah terhubung dengan pusat data di Kementerian Kesehatan sehingga data yang ditampilkan tidak dapat dipertanyakan lagi keabsahannya.

"Karena sistemnya digital, sehingga proses validasinya cepat dan menjaga keakuratan data. Jadi meminimalisir terjadinya human error saat melakukan pemeriksaan data," kata Acub Zaenal. sem