Sukses Inovasikan Sego Burger di Tengah Pandemi Covid-19

Muhammad Hakam Nausa pemilik Sego Burger ‘Seger’. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Jika umumnya hamburger atau burger disajikan dengan roti yang dibelah menjadi dua, namun kali ini diganti dengan nasi. Seperti bisnis Sego Burger atau 'Seger' milik Muhammad Hakam Nausa menawarkan olahan burger yang identik dengan resep western tapi diolah dengan cita rasa nusantara. 

Hakam mengatakan bisnisnya tetap bergeliat meski pandemi Covid-19 masih mewabah. Meskipun, secara hitungan per tahun penghasilannya merosot hampir 50 persen.

"Awal-awal Covid-19 itu kerasa banget dampaknya, beberapa outlet saya di luar daerah terpaksa tutup," kata Hakam, Jumat (28/5/2021).

Kala itu, dari sembilan karyawan dua di antaranya harus dirumahkan agar bisa memaksimalkan efisiensi produksi. Tak sampai disitu, demi menekan angka kerugian, ia juga sempat menjual produknya dalam keadaan beku. 

Padahal sebelumnya, burger frozen itu hanya khusus dijual kepada para mitra yang ada di luar daerah seperti Jember, Malang, Batu, Bondowoso, dan Sidoarjo.

"Outlet sudah ada yang tutup, sementara stok bahan juga masih banyak. Ya akhirnya terpaksa jual sendiri. Alhamdulillah ngangkat penjualan, tapi setelah normal burger frozen saya stop," katanya.

Sehari-hari Hakam memasarkan produknya dengan cara offline. Bapak empat anak ini setidaknya sudah punya 3 outlet di Lumajang. Di antaranya di kawasan Taman Toga, Jalan Abu Bakar dan area Pemandian Selokambang.

Dikatakan Hakam, ke depan berencana malah akan menambah cabang. Sebab menurutnya, di masa new normal mengandalkan penjualan secara online bukan satu-satunya solusi bisa segera mengembalikan kondisi bisnis stabil.

"Kalau online sudah ada di aplikasi ojek online lokal Lumajang. Cuma rencana mau maksimalkan offline dulu, kami mau jemput bola, jadi jual sego burger keliling ke kampung-kampung," tutupnya. Dsy4