BOR dan Pasien Rawat Covid-19 Terus Turun

Tersisa Satu Daerah Jatim Status PPKM Level 4

Gubernur Khofifah  meninjau RS Lapangan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) sisi Bangkalan dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (6/2/2022).SP/PEMPROV JATIM

 

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Penyebaran covid-19 di Provinsi Jawa Timur secara signifikan terus menunjukan kabar bahagia. Saat ini, Jawa Timur memiliki sebanyak 17 daerah berstatus PPKM level 2, kemudian sebanyak 20 daerah berstatus PPKM level 3 dan satu daerah dengan status PPKM Level 4. Hal ini sesuai dengan Inmendagri Nomor 15 Tahun 2022.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan kondisi terkini situasi covid-19 di Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa saat ini kondisi masyarakat yang terpapar covid-19 dan dirawat di rumah sakit atau yang biasa disebut dengan pasien covid-19 di Jatim terus menurun. 

"Kita punya data grafis yang menunjukkan bahwa kasus pasien covid - 19 di Jawa Timur mulai yang gejala ringan, OTG dan gelaja sedang sudah makin menurun. Sebaliknya untuk kasus gejala berat masih naik dan mendatar," kata Gubernur Khofifah, Rabu (9/3/2022).

Sedangkan untuk kasus pasien yang mengalami gejala berat masih cenderung mendatar. Karena biasanya memang yang gejala berat membutuhkan perawatan yang lebih lama di rumah sakit. 

Lebih lanjut Gubernur Khofifah meminta seluruh warga Jawa Timur untuk tetap waspada dan teguh menegakkan protokol kesehatan. Ia juga meminta seluruh pemda di Jatim tetap mempercepat vasksinasi. 

Selain itu berdasarkan data Satgas Covid-19 Jawa Timur, per hari ini jumlah kasus aktif covid-19 di Jawa Timur ada sebanyak 16.387 orang. tambahan kasus baru terakhir dalam sehari kemarin ada sebanyak 2.769 orang. 

Sedangkan tambahan kasus sembuh harian lebih banyak yaotu 3.672 orang. Sedangkan tambahan kasus meninggal dalam sehari kemarin ada sebanyak 58 orang. 

Menurunnya jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebagaimana disampaikan Gubernur Khofifah di atas juga dikuatkan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril.

Jibril mengatakan dalam sepuluh hari terakhir, tren pasien covid-19 mulai menurun, yang tentu juga berimbas pada penurunan bed occupancy rate (BOR).

"Dalam 10 hari terakhir ini tren kesembuhan memang lebih tinggi, dan kita bersyukur penambahan kasus sudah mulai melandai. Tentu dampaknya pada BOR, dan perlahan BOR di Jatim mulai turun," kata Jibril.

Untuk kondisi BOR ICU di rumah sakit rujukan covid-19 saat ini yang terisi hanya 28 persen dari total 1.372 tempat tidur. 

Selanjutnya untuk BOR isolasi di rumah sakit rujukan covid-19 terisi 24 persen dari total 13.875 tempat tidur. Sedangkan untuk BOR isolasi terpusat (isoter) terisi 7 persen saja dari total 4.230 tempat tidur. 

Lalu untuk BOR rumah sakit darurat/rumah sakit lapangan terisi 5 persen dari total 2.573 tempat tidur.

"Untuk BOR ICU dan isolasi yang sempat di atas 30 persen kini mulai turun di bawah 30 persen. Sementara isoter dan RS lapangan juga terus turun," jelasnya.sb1/na