Tingkatkan Harmonisasi, Wali Kota Ning Ita Hidupkan Safari Keliling Subuh dan Ashar

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari punya tradisi rutin setiap tahun saat memasuki bulan suci Ramadhan. Petinggi pemkot ini melakukan safari keliling sholat subuh dan ashar berjamaah di Masjid serta Mushola se Kota Mojokerto.

Agenda rutin yang sudah memasuki tahun ke-empat ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi dengan jamaah Masjid atau Mushola dan warga setempat.

"Selain itu saya juga ingin memastikan pelaksanaan kegiatan peribadatan bisa berjalan aman, lancar dan nyaman. Karena kota kita ini menjadi satu-satunya kota di Jawa Timur yang berhasil meraih Harmony Award dari Menteri Agama," bangganya.

Hari ini, Jumat (8/4/2022) bertepatan dengan hari ke enam Ramadhan, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut mengunjungi Mushola Al-Majid Lingkungan Sinoman Gang 2, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan.

Mushola Waqaf Al-Majid merupakan salah satu mushola di Kota Mojokerto yang menerima dana hibah tahun 2022 dari Pemerintah Kota Mojokerto sebesar Rp. 50 Juta rupiah.

Tahun ini pundi APBD Pemkot Mojokerto menggelontorkan dana hibah untuk 79 tempat ibadah yang tersebar di seluruh Kota Mojokerto senilai total Rp. 6,97 milyar.

"Harapan kami dana yang diterima ini digunakan, dilaksanakan, dilaporkan sesuai dengan peraturan atau regulasi yang ada, agar semuanya selamat, karena seluruh dana dari pemerintah baik pusat maupun daerah ini ada aturan yang harus kita laksanakan," ungkap Ning Ita.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, petinggi Pemkot ini juga memaparkan sejumlah program prioritas Kota Mojokerto. Diantaranya peningkatan infrastruktur, pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dan UMKM serta pembangunan kawasan pariwisata berbasis sejarah dan budaya. 

"Setiap tahun ada revitalisasi pasar, itu semua kami sediakan agar ekonomi masyarakat kota terjadi peningkatan dengan adanya infrastruktur yang layak untuk jualan. Karena tulang punggung Kota Mojokerto adalah pelaku UMKM," ujarnya.

Selain itu, ia juga ingin Kota Mojokerto yang mungil ini tidak hanya terkenal sebagai kawasan wisata belanja tapi juga kawasan wisata sejarah budaya.

"Karena kota kita ini dulunya adalah pusat kerajaan majapahit, kedepan akan kita kembangkan menjadi kawasan wisata majapahit. Selain juga pengembangan kawasan wisata Soekarno kecil. Karena kita punya tinggalan dua sekolah yang dulunya pernah dijadikan tempat menimba ilmu selama 8 tahun oleh sang proklamator," sebutnya.

Terpisah, Takmir Mushola Al-Majid, Agus Hidayat mengaku senang dengan kunjungan orang nomor satu di tubuh Pemkot Mojokerto. Pasalnya, semenjak dibangun hingga sekarang, baru pejabat Walikota Ning Ita yang bersowan di mushola waqaf ini.

"Terima kasih atas kedatangan ibu Walikota beserta rombongan di mushola kami yang kecil ini. Kami akan terus memelihara mushola ini supaya tetap bersih, sejuk, aman dan nyaman untuk beribadah," ucapnya.

Ia juga mengaku bersyukur dengan bantuan hibah yang diberikan untuk renovasi mushola. Sebab pihaknya berencana membuat tower air. 

"Karena tower lama sudah mulai rusak, sehingga air untuk wudhu meluber kemana-mana karena daya tampung airnya sedikit sekali," pungkasnya.

 

Pada kesempatan ini, selain bersilaturahmi Ning Ita juga membagikan sejumlah paket takjil bagi Mushola Al-Majid, bingkisan bagi jamaah yang berhasil menjawab pertanyaan yang ia lontarkan seputar Kota Mojokerto. Dwi