Wali Kota Tampung Puluhan Siswa Yang Tak Dapat Sekolah

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat berdialog dengan 24 wali murid.SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari merespon cepat keresahan puluhan wali murid asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang anaknya terpental dari zona 1 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Mojokerto, Jumat (2/7/2021) siang. 

Setelah melakukan dialog di Pendopo Rumah Rakyat, Petinggi Pemkot ini langsung memberi keputusan yang melegakan hati mereka.

"Jangan khawatir, monggo semuanya masuk gratis di SMPN 8 Kota Mojokerto. Karena disana masih ada kuota kosong yang bisa digunakan khusus untuk warga Kota Mojokerto," ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyebut, pihaknya telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto untuk melakukan penyisiran terhadap warga kota yang belum mendapatkan sekolah.

"PPDB ini prioritas utama adalah warga Kota Mojokerto, maka ketika tadi malam pukul 6 itu adalah batas akhir proses PPDB, saya minta kepada Dinas Pendidikan untuk menyisir masih adakah warga kota yang belum tertampung," ucapnya.

Ia menegaskan, jika memang masih ada yang belum tertampung, maka harus segera dibuatkan satu keputusan untuk bisa menampung mereka di sekolah yang kuotanya belum terpenuhi.

"Jadi intinya adalah anak Kota Mojokerto wajib menjadi prioritas utama untuk mendapatkan kesempatan bersekolah di Kota Mojokerto. Baru sisanya kita berikan untuk siswa dari luar Kota Mojokerto," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan ada 24 wali murid yang hari ini mendapat kebijakan khusus dari Wali Kota Mojokerto. Mereka berasal dari Lingkungan Randegan dan Sekar Putih, Kelurahan Kedundung.

"Kita tampung mereka di SMPN 8, karena masih ada kuota kosong sebanyak 28 kursi. Dan Alhamdulillah mereka bisa menerima solusi tersebut," ujarnya.

Amin mengatakan, pihaknya masih melakukan penyisiran lagi hingga hari Senin (5/7) besok. Jika ada warga kota yang memang belum mendapat sekolah, akan di tampung di SMPN 3 dan SMPN 6.

"SMPN 3 masih kosong 11 kursi dan SMPN 6 kosong 17 kursi. Itu akan kita maksimalkan untuk warga kota dulu. Jika tidak ada, baru akan kita berikan ke warga luar kota yang berbatasan dengan Kota Mojokerto semisal Ngingas Rembyong, Penompo, Kenanten Kabupaten Mojokerto dan Tarik Kabupaten Sidoarjo," jelasnya.

Sekedar informasi, pagu PPDB SMPN Kota Mojokerto tahun 2021 sebanyak 2080 kursi. Dengan rincian, jalur non zonasi sebanyak 35 persen dan jalur zonasi 65 persen. Dwy