Warga Jakarta Minta PSBB Lagi, Surabaya Gimana?

Saat penutupan ruas jalan dalam masa PSBB di Surabaya.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sejumlah masyarakat meminta DKI Jakarta agar kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti di pada Maret lalu. Hal ini lantaran, PSBB pada Maret lalu dianggap bisa menekan pergerakan masyarakat di Kota Jakarta.

“PSBB lagi saja lah. Kasihan itu nakes (tenaga kesehatan) enggak pulang-pulang,” ujar Ovi (29), seorang warga yang tinggal di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat dihubungi, Kamis (27/8/2020) siang.

Ia sempat merasa aman saat pemerintah DKI Jakarta menerapkan PSBB di bulan Maret. Padahal, waktu itu jumlah penularan virus Covid-19 sudah meningkat.

“Cuma memang kasihan banget, karena enggak semua orang bisa kerja dari rumah kan,” ujar Ovi.

Ia berharap pemerintah bisa menekan mobilitas masyarakat di kawasan kuliner. Pasalnya, Ovi melihat banyak masyarakat yang tak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, antara lain menjaga jarak dan cuci tangan.

“Kalau perlu restoran enggak boleh dine in, cuma take away saja deh,” tambahnya.

Ovi sendiri masih takut untuk menyantap makanan di tempat. Penularan Covid-19 di tempat makan masih ia anggap cukup rawan.

“Gw ngerti ini situasi yang kompleks, di satu sisi ekonomi bisa mati tapi kalo nggak ya orang yang mati jadinya,” tambah Ovi.

Sementara bagi pekerja kantoran seperti Irene (25) juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa kembali menerapkan PSBB seperti pada Maret hingga Mei lalu.

Terlepas dari itu, kasus COVID-19 di Jawa Timur terus bertambah khususnya di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo).

Jika warga Jakarta ingin PSBB, lain lagi di Surabaya Raya. Hal ini lantaran Koordinator PSBB Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan, usulan PSBB ada di masing-masing pemkot/pemkab. Pemprov tidak memiliki wewenang untuk mengajukan PSBB.