Tim penilai SWK saat diterima di Guest House Pemkab Lamongan. FOTO: SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tim penilai Satyalancana Wira Karya bidang pemerintahan, memberikan atensi mitigasi bencana dan rehabilitasi bencana persoalan lingkungan, untuk arah Pembangunan kawasan pesisir yang tidak lagi melulu soal fisik saja.

Pergeseran perhatian itu disampaikan oleh Edy Sofian Oskandar, Ketua Tim Penilai Satyalancana Wira Karya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kelautan bagi kepala daerah, saat bertandang ke Lamongan, Rabu (8/8/2019).

Dihadapan bupati bersama jajaranya itu, Edy menilai ada peningkatan pembangunan Pemkab Lamongan untuk kawasan pesisir. Penilaian Edy itu merujuk pada paparan Bupati Fadeli, terutama terkait sinergitas pembangunan wisata bahari, daya dukung lingkungan, mitigasi bencana dan rehabilitasi ekosistem.

Di kawasan pesisir Lamongan saat ini memang tengah berkembang sejumlah destinasi baru kawasan wisata. Mulai dari Pantai Kutang, Akar Langit Pohon Trinil, Pemandian Air Panas Brumbun dan Gunung Suru Lembor.

“Setelah dari sini, kami akan melakukan peninjauan lapangan. Hasilnya kemudian kami rapatkan bersama tim. Satyalancana Wira Karya ini rencananya akan diserahkan bersamaan dengan puncak peringatan Hari Nusantara pada 13 Desember mendatang,“ katanya menjelaskan.


Edy Sofian Oskandar saat menyampaikan arahanya soal penilaian SWK ke bupati dan jajaranya. FOTO: SP/MUHAJIRIN KASRUN


Bupati Fadeli sebelumnya menjelaskan Pemkab Lamongan telah melakukan berbagai upaya untuk membangun kawasan pesisir.

Seperti melakukan rehabilitasi ekosistem melalui penanaman mangrove, dan cemara laut serta transplanting terumbu karang. Kegiatan ini dilakukan bersama TNI dan partisipasi kelompok masyarakat pesisir.

Sebanyak dua ribu batang mangrove dan 20 ribu cemara udang ditanam pada tahun 2014. Sementara di tahun 2015 ditanam lagi 20.500 batang mangrove bersama lima ribu transplanting terumbu karang.

Kemudian menanam lagi sebanyak seribu batang magrove pada 2016 dan 3.600 batang magrove lainnya ditanam pada 2017.

Sementara terkait adaptasi dan mitigasi bencana, Fadeli menjelaskan selama ini telah dilakukan sosialisasi pengelolaan pesisir, pembentukan dan pengembangan komunitas pesisir serta secara rutin menggelar apel pesisir. Jir