Pameran UMKM di Hall Surabaya Town Square, Sabtu (9/2). Foto: SP/FIRMAN

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ratusan stan milik pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang tersebar di Jawa Timur, Sabtu (9/2) berkumpul di Hall Surabaya Town Square. Mereka, memamerkan produk hasil olahan tangan terampilnya. Mulai dari makanan, pakaian hingga aksesoris dan hiasan rumah.

Pameran UMKM tersebut dikomandoi oleh PT BFI Finance Tbk, bersama dengan Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur. Sebagian besar, para pelaku usaha itu merupakan hasil binaan mereka.

Srikrisna, seorang ibu rumah tangga yang menjelma menjadi pengusaha UMKM dengan omset 30 juta perbulan menyebut jika produk UMKM harus memiliki ciri khas serta keunikan agar dapat tetap bertahan.

"UMKM ini jumlahnya jutaan di Jatim, produknya tentu sangat banyak sekali. Sejauh ini kami hanya melihat bagaimana cara produksi, mengolah bahan mentah menjadi sesuatu untuk dijual. Nah untuk memasarkan, kadang kami bingung. Di sini kami bergabung bersama IKM (Industri Kecil Menengah)," kata Sriksrisna.

Saya berdayakan ibu-ibu sekitar rumah kami, disana banyak janda. Kemudian ada juga anak-anak kampung mantan narapidana, atau yang putus sekolah. Tujuannya agar mereka tidak kembali ke dunia hitam," lanjutnya.

Kesulitan modal bagi mereka para perempuan pelaku usaha kecil menengah dijawab oleh BFI. Hal tersebut disampaikan Regional Manager BFI Finance Wilayah Jatim 1, Tan Eng Han.

"Kami luncurkan BFI Srikandi, memberi kemudahan bagi para pengusaha UMKM perempuan yang ingin mengembangkan usahanya dengan suku bunga sangat rendah. Selain itu kami juga lakukan pendampingan berkala agar bisnis mereka tidak hanya survive tapi juga berkembang," katanya.

Menurut data statistik, para Srikandi indusrti kecil menengah di Jawa Timur menyumbang angka 60 persen dari total UMKM yang ada saat ini. Setidaknya, para perempuan berdikari ini mencoba menjawab tantangan zaman dengan menjadi pejuang ekonomi nasional.