•   Selasa, 17 September 2019
Kriminal

Istri Dan Dua Anak Korban Pembakaran Jalani Tes DNA

( words)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Untuk mengetahui secara detail akan dugaan kuat Eko Yuswanto (32) apakah lebih dulu dibunuh sebelum dibakar di hutan kayu putih Kabupaten Mojokerto maka dilakukan autopsi. Pengusaha rongsokan ini tewas akibat luka pada paru-parunya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera didampingi Kapolresta Mojokerto kota mengatakan, penyebab kematian Eko diketahui berdasarkan hasil autopsi oleh Tim Forensik di RS Bhayangkara Polda Jatim. Menurut dia, 7 tulang rusuk korban patah akibat dipukuli menggunakan benda tumpul.

"Penyebab meninggalnya korban akibat luka pada paru-paru yang tertusuk beberapa tulang rusuk yang patah," katanya. Korban seorang pengusaha rongsokan bernama Eko Yuswanto merupakan warga Dusun Temenggungan, RT 2 RW 5, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, istri korban juga telah didatangkan ke RS Bhayangkara untuk mengenali korban secara langsung, Senin (13/5) malam. "Istri korban sudah kami datangkan untuk mengenali di RS Bhayangkara. Hasil pencocokan identitas yang diperoleh tim labfor dikuatkan istri korban yang melihat langsung jenazah," terangnya.

Kendati begitu, tambah Sigit, hari ini istri dan dua anak korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. "Untuk memastikannya lagi dilakukan tes DNA," tegasnya.

Sedangkan Kakak Ipar korban Hidayatik (32), menjelaskan, Eko Yuswanto merupakan pengusaha rongsokan skala kecil. Dia mengambil rongsokan dengan pikap ke sejumlah daerah untuk dipilah di rumahnya. Saat ini Eko mempunyai 4 orang tenaga pilah di rumahnya.

Hidayatik membenarkan kemarin malam polisi menjemput istri korban diajak ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mengenali jenazah Eko Yuswanto. "Cerita istrinya dia mengenali Eko dari giginya ada yang gingsul, alis sebelah kiri ada bekas luka, serta dari kumisnya," ungkapnya.

Masih kata Hidayatik, pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB, istri dan kedua anak korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. "Katanya untuk tes DNA, istri dan kedua anaknya diajak. Ditemani Kepala Dusun Temenggungan," lanjutnya.

Dan ditemukan kali pertama oleh Partono (58), di hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong Senin (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu, buruh tani warga Dusun Manyarsari itu sedang bekerja menanam jagung.

Penggarap lahan adalah Tegas (50), juga warga Dusun Manyarsari. Kondisi mayat tengkurap dengan kepala menghadap ke selatan. Jaraknya hanya sekitar 3 meter dari jalan cor yang menghubungkan permukiman penduduk Manyarsari dengan jalur Mojokerto-Gresik. Dari permukiman penduduk sendiri, jarak penemuan mayat sekitar 1 km.

Berita Populer