Bantuan Ditarik, Kadinsos: Itu Tidak Benar

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Laila Mufidah. SP/ALQ

SURABAYA PAGI,  Surabaya - Banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait bantuan langsung tunai dampak wabah Covid-19 gelombang kedua yang ditarik Pemkot Surabaya. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Laila Mufidah, banyak masyarakat yang kecewa saat hendak mengambil bantuan tunai ke Bank Jatim lantaran di tolak oleh pihak Bank Jatim. 

“ Saat tadi saya ke Bank Jatim banyak warga yang kembali, karena kata Bank Jatim uangnya ditarik oleh Dinsos (Dinas Sosial) kota Surabaya pada hari jumat (29/5) kemarin,” ungkapnya Mufidah kepada Surabaya Pagi Selasa (2/6) Siang. 

“ Apa gelombang kedua ini di rapel dengan gelombang ketiga? Saat saya konfirmasi ke Bank Jatim, Bank belum bisa memastikan kapan bantuan tersebut cair lagi,” lanjut Mufidah. 

Politisi PKB ini menegaskan, jika ada penarikan atau pembatalan pencairan uang bantuan bencana Covid-19 ini seharusnya Pemkot Surabaya melalukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak kecewa. 

“ Kasihan masyarakat, sudah antri-antri ke Bank Jatim dan ternyata tidak ada uangnya. Meskipun sedikit itu sangat berarti bagi masyarakat ditengah Pandemi ini,” kata Mufidah. 

Dan Mufidah mendorong, Pemkot Surabaya segera mencairkan dana bantuan tunai terdampak Covid-19 dalam waktu dekat ini. Mengingat kondisi ekonomi masyarakat makin memburuk akibat pandemi ini. 

Sementara, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial Suharto Wardoyo membantah bahwa pihaknya telah menarik dana bantuan tunai dampak Covid-19 dari Bank Jatim. 

“ Itu tidak benar mas, hoax itu. kita (Dinsos) tidak pernah menarik uang bantuan tersebut dari Bank Jatim. Dan dana itu masih ada di Bank Jatim,” ungkap pria yang akrab disapa Anang tersebut kepada Surabaya Pagi melalui telepon selulernya Selasa (2/6) pukul 16:01 WIB. Alq